Gema Toleransi di Pekan Suci Semana Santa Flores Timur

0
4

KUPANG– Ditengah carut-marut perpolitikan pemilihan Presiden 2019, sering berhembus berbagai informasi mengedepankan sikap intoleran. Namun, keadaan tersebut rupanya tidak mampu mengoyahkan sikap hidup toleransi umat beragama Katolik – Muslim di Kota Larantuka Kabupaten Flores Timur (Flotim) Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sejarah mencatat, kedua pemeluk agama tersebut telah ada dan hidup berdampingan sejak dahulu kala di Kabupaten terujung pulau Flores.

Baca juga : Semana Santa 2017  Utamakan Kesakralan

Selain Muslim, Larantuka dengan mayoritas umat Katolik, juga dikenal dengan sebutan Kota Reinha namun di dalamnya hidup lima agama besar yakni, Kristen Protestan; Hindu serta Budha.

Larantuka dahulu merupakan sebuah kota kerajaan katolik bekas jajahan Potugis. Kota ini memiliki ritual keagamaan sebelum memasuki perayaan Paskah yang dikenal dengan Semana Santa. Semana Santa digelar pada Jumad Agung dengan prosesi atau mengarak patung Bunda Maria kelilingi Kota Larantuka. Semana Santa kini terkenal di berbagai belahan dunia  sehingga menjadikannya icon andalan wisata religius yang menarik perhatian peziarah baik domestik maupun manca negara.

Tak heran, panitia Semana Santa sering kewalahan mengakomodir tempat hunian bagi para peziarah. Menyikapi situasi tersebut, sebagian umat Muslim setempat tepatnya di Kelurahan Ekasapta Kecamatan Larantuka rela berbagi hunian gratis bagi peziarah Semana Santa yang kesulitan mendapatkan pemondokan selama berlangsungnya acara keagamaan. Selain merelakan rumah mereka ditempati, warga juga menyiapkan konsumsi bagi para tamu.

“Kita berbuka diri. Selain menyiapkan tempat menginap juga kita siapkan konsumsi” ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Flores Timur Ahmad Bethan, Jumat 19 April 2019.

Menurut Bethan, kebiasaan ini sudah berlangsung beberapa tahun silam. Baik tamu seputar NTT maupun yang datang dari beberapa kota besar di pulau Jawa.

BACA JUGA:   Diterlantarkan Pemda dan Askab Flotim, Pemain Sepak Bola U-14 Nginap di Rumah Warga

Untuk memastikan kerelaan umat Muslim memberikan tumpangan gratis, pihaknya terlebih dahulu membangun komunikasi secara intens bersama umat muslim setempat.

“Peningkatan peziarah terus terjadi dari tahun ke tahun sehingga sebagian umat muslim menyediakan rumahnya bagi peziarah secara sukarela” katanya.

Ia mengatakan, tidak saja menyiapkan rumah warga secara gratis, Remaja Masjid (Remas) Kota Larantuka juga turut dilibatkan dalam pengamanan prosesi Semana Santa.

“Remas bergabung dengan panitia keamanan gereja,” tandasnya.

Ritual Tikam Turo

Salah satu rangkaian pekan suci atau Semana Santa bagi umat katolik di Kota Larantuka jelang Semana Santa yaitu tradisi Tikam Turo.

Baca juga : Resmikan Taman Doa Bukit Fatima, Ini Pesan Menko Kemaritiman Untuk Warga Larantuka

Tradisi Tikam Turo ini dilakukan dalam bentuk pemasangan ribuan lilin di areal yang akan di lalui prosesi Jumat Agung.

Tikam turo  sebagai langkah awal dalam sepekan Semana Santa, menuju Prosesi Jumat Agung. Tikam Turo juga melambangkan lilin sebagai terang dalam sepanjang perjalanan menghantar Tuan Ma serta melantunkan kidung-kidung Rohani sebagai  wujud   doa untuk kehidupan hari esok. (Ritha/Dian)