Perempuan Berhijab Hingga Nazar yang Terkabul di Prosesi Semana Santa

0
5

LARANTUKA– Perarakan patung Tuan Meninu dalam rangkaian prosesi Semana Santa pada Jumat 19 April 2019 tidak seperti biasa.  Seorang perempuan berhijab terlihat berada di tengah  rombongan umat katolik saat menghantar Tuan Meninu dari Pantai Kuce Pohon Sirih  menuju armida untuk ditaktahkan.

Berada ditengah mayoritas umat Katolik, perempuan muda itu mengenakan hijab berwaran krem pucat, dipadu kemeja hitam berlengan panjang. Ia ditemani seorang pria. Wanita ini terlihat tenang. Sesekali ikut menundukan kepala. Gestur tubuhnya tidak menampakan perasaan risih ataupun canggung. Ia terlihat menikmati seluruh rangkaian perayaan devosi iman hingga selesai.

Perempuan muda itu yang diketahui bernama Titi Viviani. Ia berasal dari Jakarta.

“Saya ke sini (Larantuka) diajak teman  yang mau mengikuti prosesi Semana Santa,” ujar Viviani kepada wartawan, Jumat (19/4/2019).

Baca juga : Gema Toleransi di Pekan Suci Semana Santa Flores Timur

Tiba di Larantuka sejak Rabu 17 April 2019, perempuan muslim itu mengaku baru pertama kali menjejakan kaki di Kota Reinha (julukan kota Larantuka).

Ia berniat menyaksikan langsung rangkaian pekan suci Semana Santa. Ia mengaku bahagia  dapat menyaksikan secara langsung berbagai keanekaragaman budaya dan toleransi di kota yang dikenal suci itu.

“Ada remaja masjid jadi petugas keamanan, ini luar biasa dan patut dicontohi daerah lain,” katanya.

Keberadaan umat beragama lain dalam perayaan pekan suci Semana Santa bukanlah hal baru. Pemeluk agama katolik dan muslim di Flores Timur sudah ada sejak jaman dahulu. Hubungan persaudaraan menjadi alasan utama relasi sosial yang harmonis tanpa sekat.

Bernazar

Cerita mengenai prosesi Jumat Agung di Kota Larantuka, Flores Timur sudah sangat melegenda di kalangan pesiarah Kristiani khususnya umat Katolik Roma.

Ada hal yang menarik yang dirasakan peziarah yakni terkabulnya sejumlah doa yang dinazarkan secara khusus.

Baca juga : Prosesi Sakral Logu Senhor di Gereja Tua Sikka 

Untuk membuktikan kebenarannya kesaksian iman, media ini mencoba melakukan penelusuran dengan mewancarai beberapa peziarah Tuan Ma  di Kapela Tuan Ma, Kelurahan Larantuka Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Jumad, 19  April 2019.

Pesiarah pertama yang ditemui adalah Damianus Angin. Pria berumur 52 tahun ini berasal dari Kabupaten Ngada-Bajawa.

Ia menceritakan kesaksian imannya.  Kehadirannya di Larantuka mengikuti prosesi Seman Santa merupakan kali ke dua. Ia mengaku mendaraskan doa dengan bernazar atau ujud khusus kepada Tuan Ma (Patung Bunda Maria) agar usahanya bisa berhasil. Nazarnya itu pun terbukti.

“Saya ikut prosesi pertama kali pada 29 tahun lalu. Waktu itu niat saya berdoa dengan ujud khusus agar usaha saya  sukses. Kembali ke Bajawa, ternyata usaha berhasil. Ini merupakan mujizat” tuturnya.

Kedatangannya kali ini tidak sendiri, melainkan bersama keluarga. Ia mengaku ingin mengungkapkan rasa syukur setelah doanya terkabul.

Pengakuan serupa dari wania berkebangsaan Jerman bernama, Merycard. Wanita 42 tahub ini datang bersama sang suami, Richardo (52).

Jauh-jauh dari Jerman, didampingi suami perempuan ini mengaku tertarik dengan perayaan Semana Santa setelah mendengar cerita rekan-rekannya tentang Prosesi Jumad Agung.

Ia mengaku punya niat serta ujud khusus dalam prosesi tanpa menyebutkan apa nazar dimaksud. Ia hanya mengatakan jika ia percaya dan yakin bahwa dengan bernazar kepada patung Tuan Ma dalam prosesi Semana Santa, doanya pasti terkabulkan. (Ritha/Boni/Dian)