Pelabuhan Feri Adonara Mubazir

Pelabuhan Feri Adonara Mubazir

654 Read

ADONARA– Warga di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyesalkan keberadaan pelabuhan feri di Desa Deri, Kecamatan Ile Boleng, yang kini mubazir karena tidak disinggahi lagi kapal feri selama berbulan-bulan lamanya.

“Memprihatinkan, sekrang mubazir karena tidak disinggahi lagi layanan kapal feri sejak awal tahun ini,” kata warga Desa Lamablawa, Kecamatan Witihama, Amal Lamablawa ketika dihubungi dari Kupang, Sabtu (27/4/2019).

Baca juga : Berbahaya! RSUD Larantuka Bakar Limbah Medis Tanpa Insenerator

Ia menambahkan, kondisi pelabuhan serta kantor pelayanan tampak tidak terurus dengan sampah yang berserakan dan pagar besi di sisi pelabuhan yang tampak mulai berkarat.

Amal mengaku sebagai warga yang sebelumnya ikut menikmati kapal feri melalui pelabuhan itu tidak mengetahui alasan tidak beroperasinya pelabuhan tersebut.

“Tidak ada pemberitahuan terkait alasan atau kendala soal layanan feri ini tapi yang jelas sudah berbulan-bulan tidak beroperasi,” ujarnya.

Seorang warga lainnya dari Desa Lewopao, Kecamatan Ile Boleng, Yan Ola menyebutkan keberadaan pelabuhan feri tersebut sudah tidak beroperasi secara aktif sejak memasuki tahun 2019.

Baca juga : Resmikan Taman Doa Bukit Fatima, Ini Pesan Menko Kemaritiman Untuk Warga Larantuka

Ia menjelaskan, layanan kapal feri tersebut sebelumnya beroperasi secara rutin melalui armada yang disiapkan PT Flobamor yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi NTT

“Tapi sekarang itu tidak ada lagi, yang sekali-sekali singgah itu kapal feri dari PT ASDP karena mungkin permintaan atau kondisi tertentu,” katanya.

Menurutnya, kondisi ini menyulitkan warga karena harus menyeberang lagi ke Kota Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur atau menuju Kota Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata untuk bisa menggunakan layanan kapal feri.

“Tetapi biaya perjalanan jelas lebih besar apalagi kalau membawa barang-barang dalam jumlah banyak,” lanjutnya.

Ia berharap, layanan kapal feri di pelabuhan setempat segera beroperasi kembali secara rutin untuk memudahkan aktivitas penyeberangan orang dan barang di daerah setempat karena sebelumnya dirasakan sudah sangat membantu aktivitas ekonomi masyarakat di daerah itu. (Dian/Antara)

Komentar Anda?