Jurus Pemkab Ngada dan Forikan Perangi Stunting dan Gizi Buruk Melalui Gerakan Makan Ikan

0
135

KUPANG– Untuk memerangi stunting dan gizi buruk, pemerintah kabupaten (NTT gencar mengkampanyekan gerakan makan ikan (Gemarikan) di SD Inpres Mengeruda Soa, Kabupaten Ngada, Selasa 30 April 2019.

Kampaye ikan ini dilakukan oleh Ketua Forum Koordinasi Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN) NTT, Julie Sutrisno Laiskodat dan Ketua FORIKAN Ngada, Kurniati Soliwoa.

Baca juga : Cerita perjuangan Anton Hadjon Gempur Stunting di Flotim

Bupati Ngada, Paulus Soliwoa mengatakan potensi ikan di Kabupaten Ngada sangat luar biasa. Ngada memiliki laut yang luas baik di bagian barat maupun selatan. Namun demikian, kenyataannya ikan yang dimakan oleh masyarakat Ngada berasal dari luar.

“Ini memang sesuatu yang sangat menyedihkan sebab potensi ikan tangkap laut kita sangat luar biasa,” ujarnya.

Ia mengatakan, secara budidaya, pemerintah daerah sudah mencanangkan beberapa program, namun upaya ini belum berhasil karena kurangnya partisipasi masyarakat.

Untuk menjawab persoalan ini, Pemerintah Kabupaten Ngada saat ini telah merubah pola pengembangan budidaya ikan. Pemerintah membentuk kelompok lalu melakukan pendampingan dan pelatihan baru kelompok budidaya, dilengkapi dengan sarana dan prasarana.

“Saya ajak masyarakat untuk membuat kolam ikan. Pemerintah daerah siap membantu dari aspek anggaran untuk upaya tersebut,” katanya.

Ia juga mengajak para orang tua agar wajib memberi anak makan ikan setiap hari, sebab kandungan gizi pada ikan sangat luar biasa. Hal tersebut disebutnya sebagai salah-satu upaya memerangi stunting dan gizi buruk di NTT.

Baca juga : Aksi Mulia Bengkel APPek Cegah Stunting di NTT

Sementara itu, Ketua FORIKAN NTT yang juga adalah Ketua Tim Penggerak PKK NTT, Julie Sutrisno Laiskodat mengatakan kampenye Gemar Makan Ikan merupakan upaya FORIKAN NTT untuk meningkatkan kecerdasan anak-anak NTT.

“Agar supaya anak cerdas, maka mereka harus makan makanan yang berkualitas termasuk makan ikan. Ia mencotohkan orang Jepang dan China memiliki otak yang cerdas dan pintar karena mereka rajin makan ikan,” kata Julie.

Ia menegaskan agar anak-anak dan orang tua wajib makan ikan setiap hari, minimal dua ekor.

“Makin banyak makan ikan kita akan cerdas ditambah belajar rajin, maka cita-cita anak akan tercapai. Kalau kita mau pintar dan dapat bersaing dengan orang luar. Kalau tidak Sumber Daya Manusia kita hanya akan begitu-begitu saja,” tandasnya.

Menurut Julie, saat ini NTT merupakan juara satu gizi buruk. Untuk mengatasi itu,  pemerintah mengajak masyarakat untuk wajib makan ikan setiap hari. (Dian/L6)

BACA JUGA :