Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan NTT Fair Seret Mantan Gubernur NTT

Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan NTT Fair Seret Mantan Gubernur NTT

885 Read

KUPANG– Kasus dugaan korupsi proyek pembangunan NTT Fair pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) NTT senilai Rp 29 miliar terus dikembangkan penyidik Tipidsus Kejati NTT.

Untuk menuntaskan kasus itu, tim penyidik Tipidsus Kejati NTT menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Gubernur NTT dua periode, Frans Lebu Raya, Kamis (2/5/2019).

Lebu Raya tiba pukul 08.50 Wita didampingi ajudan pribadi dan ajudan istrinya. Turut hadir politisi senior PDIP Niko Frans dan sopir pribadinya.

Baca juga : Akhir Pelarian Buron Kasus Korupsi Jembatan Tambatan Perahu di Flotim

Mengenakan kemeja putih dipadu celana kain hitam Lebu Raya turun dari mobil pribadi langsung berjalan memasuki kantor Kejati NTT.

Lebu Raya terlihat bugar berjalan santai sembari melepas senyum dan canda tawa bersama beberapa beberapa staf pribadi yang mendampinginya.

Tiba di lobby utama Kejati NTT, Lebu Raya sempat menyapa empat orang petugas piket yang saat itu berdiri di meja piket berseragam coklat, kemudian Lebu Raya diarahkan menuju ruang tunggu staf Kejati NTT.

Pukul 09.07 Wita Lebu Raya beranjak dari ruang tunggu staf Kejati NTT menuju ruang Tipidsus Kejati NTT.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim yang dikonfirmasi wartawan perteleponan membenarkan adanya pemeriksaan terhadap mantan Gubernur NTT dua periode, Frans Lebu Raya.

Baca juga : Aktivis Anti Korupsi Ungkap Keterlibatan Keluarga Bupati Flotim dalam Proyek JTP Sagu

Dijelaskan Abdul, Frans bakal diperiksa penyidik sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung NTT Fair di bilangan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

“iya benar. Jadwalnya hari ini mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dalam kasus korupsi proyek NTT Fair,” kata Abful.

Ia menambahkan, saksi lainnya yang bakal diperiksa adalah Sekretaris Daerah (Sekda) NTT, Benediktus Polomain untuk diperiksa dalam kasus yang sama. Polomaing bakal diperiksa pada sekitar pukul 14:00 wita hari ini.

Sementara itu, mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya usai pemeriksaan mengaku ia diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan NTT Fair.

Ia mengaku ditanya terkait peran dan tugas sebagai gubernur dalam proyrek pembangunan itu.

“Saya jelaskan, peran saya sebagai gubernur tatarannya sebatas kebijakan, program dan anggaran dan itu sudah disepakati dengan DPR . Setelah itu proyek itu ditangani secara teknis oleh dinas,” katanya.

“Saya juga ditanya apakah mengintervensi proyek pembangunan itu. Saya jawab, sebagai gubernur saya hanya memberi arahan kepada kepala dinas agar dikerjakan secara tanggungjawab dan tepat waktu,” sambungnya.

Sita Uang

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT melalui tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT menyita sedikitnya Rp 686. 140. 900.

Uang bernilai ratusan juta ini disita dari tangan konsultan pengawas dalam proyek pembangunan NTT Fair pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) NTT senilai Rp 29 miliar lebih.

“Uang itu disita dari tangan konsultan pengawas proyek NTT Fair,” ujar Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim, Senin (29/4/2019)

Ia mengatakan proyek bernilai puluhan miliar ini dikerjakan oleh PT. Cipta Eka Puri kini telah berstatus penyidikan (DIK).

“Dalam proses berjalan ditemukan adanya indikasi korupsi dan perbuatan melawan hukum.

Ia mengaku telah memeriksa sejumlah saksi dalam proyek itu diantaranya, rekanan pelaksana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan beberapa orang lainnya.

“Sampai saat ini, tim penyidik Tipidsus Kejati NTT telah memeriksa sedikitnya 20 orang sebagai saksi dalam kasus ini,” jelas Abdul. (Dian/L6)

Komentar Anda?