Catatan Sahabat : Pertemuan Terakhir dan Mimpi Mulia Marsel Petu Membangun Kota Ende

0
30

MAUMERE– Bupati Ende, Marsel Petu menghembuskan nafas terakhirnya di RS. Siloam Kupang, Minggu (26/5/2019). Ia dinyatakan dokter terkena serangan jantung.

Kematian orang nomor satu di kota Pancasila itu meninggalkan duka mendalam bagi seluruh masyarakat Ende juga rekan-rekan politisi. Salah satunya, anggota DPR RI dari PDIP, Andreas Hugo Pareira.

Baca juga : Kasus Dugaan Gratifikasi 7 Anggota DPRD Mengendap di Polres Ende

Masih teringat jelas obrolan terakhir kedua politisi ini akhir Januari 2018 silam.

“Saya ditelepon beliau (Marsel Petu). Ia menyampaikan akan ke Jakarta dan ingin bertemu untuk mengobrol beberapa hal. Saya langsung jawab, Silahkan ka’e, kapan tiba di Jakarta, kontak saya, sehingga kita bertemu,” tutur Hugo kepada wartawan, Minggu (26/5/2019).

Ketua DPP PDI Perjuangan ini menuturkan, setelah obrolan via telepon itu, sekitar dua minggu kemudian, keduanya pun bertemu di ruangan kerjanya di kantor DPP PDI Perjuangan, Jln Diponegoro 58, Jakarta.

Dalam obrolan yang panjang, Marsel menyampaikan obsesinya untuk menjadikan Ende sebagai salah satu national heritage dan destinasi wisata ideologi Pancasila.

Menurut Marsel, di Ende Bung Karno pernah dibuang oleh pemerintah kolonial Belanda, bertemu, bergaul, berdialog dengan masyarakat, berdiskusi dan berolah pikir dengan para misionaris Katolik yang bekerja di Ende. Sehingga Ende merupakan salah satu “stepping stone” lahirnya Pancasila. Di Ende Bung Karno mulai menggali dan menemukan ide ke-bhinekaan untuk philosphi hidup berbangsa dan bernegara, sebagai cikal bakal lahirnya Pancasila.

Marsel menjelaskan banyak hal yang menyangkut paket rencana untuk menjadikan Ende sebagai Kota Pancasila, termasuk rencananya untuk membangun patung lambang negara burung Garuda di atas puncak Gunung Meja.

Ia juga bertekad untuk melakukan upacara dan parade Pancasila secara besar-besaran di setiap tanggal 1 Juni dan menjadikan itu sebagai agenda nasional yang dilaksanakan di Ende.

“Saya menyimak pembicaraan Bupati Ende ini dengan kagum karena pengetahuan dan pemahaman dan upaya pengamalannya terhadap Pancasila, yang mungkin tidak banyak lagi dimiliki oleh banyak orang termasuk oleh pemimpin maupun pejabat-pejabat kita saat ini,” kata Hugo.

“Diakhir diskusi kami, sambil tersenyum ia menyampaikan, Pak Andre, baju saya memang kuning, tetapi darah saya merah,” tandasnya.

Dicintai Rakyat

Sebelum menyatakan kembali mencalonkan diri menjadi bupati Ende periode jabatan 2019-2024, kata Hugo, Marsel Petu sempat menyampaikan niatnya kepadanya ingin kembali maju untuk pencalonan bupati dan secara khusus menyampaikan keinginan untuk didukung oleh PDI Perjuangan.

“Saat itu tanpa ragu, saya jawab, kita akan maju bersama, Golkar dan PDI Perjuangan akan menjadi pilar utama pendukung Marsel-Jafar,” kata Hugo.

Baca juga : DPRD Ende Luncurkan Buletin Legislatif

Marsel-Jafar akhirnya maju lalu terpilih kembali dan dilantik pada April 2019 untuk mengemban jabatan bupati/wakil bupati periode 2019-2024.

Terpilihnya Marsel-Jafar dengan kemenangan yang cukup telak membuktikan betapa rakyat mencintai bupatinya yang pekerja keras dan penuh dengan ide progresif.

Ende lima tahun dibawah kepemimpinan Marsel-Jafar telah menorehkan banyak prestasi-prestasi riil, sebagai kabupaten dengan perencanaan pembangunan terbaik tingkat propinsi dan salah satu yang terbaik tingkat nasional.

Ende pun telah membuka diri dalam hal jalur transportasi niaga laut maupun udara, sehingga menjadi salah satu pintu gerbang utama transportasi manusia dan barang dari dan ke Flores.

Sehingga kota Ende dalam beberapa tahun terakhir menjadi lebih sibuk baik siang maupun malam. Ende telah menjadi kota kecil yang hidup 24 jam.

“Dalam beberapa acara kunjungan kemasyarakatan, saya sempat bersama dengan sang bupati Pancasila ini.
Betapa dalam pidato-pidatonya, Marsel selalu muncul dengan narasi kerakyatan, ungkapan bahasa kultural merupakan retorika yang menyentuh dan memotivasi rakyat untuk kerja dan menjadi lebih maju,” tandasnya.

Rakyat mencintai sang bupati Pancasila yang merakyat ini. Di masa kepemimpinannya, ia telah meletakan dasar-dasar pembangunan menuju Kabupaten Ende yang Sare Pawe.

Selamat jalan Ka’e Marsel, selamat jalan Bupati Pancasila yang merakyat. (J.Dgz)