NTT Ekspor 25 Ton Rumput Laut ke Argentina

0
46

KUPANG– Pemerintah Provinsi NTT melalui PT Rote Karaginan Nusantara mengekspor rumput laut dalam bentuk chip sebanyak 25 ton dari Pelabuhan Tenau Kupang ke Argentina, Selasa (28/5/2019).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara TimurGanef Wurgiyanto mengatakan pemerintah provinsi mulai tahun ini akan mengekspor hasil rumput laut langsung ke Argentina dari Pelabuhan Tenau Kupang.

“Pemprov NTT sudah bekerja sama dengan PT Rote Karaginan Nusantara dan PT Flobamor untuk ekspor langsung rumput laut dari Pelabuhan Tenau mulai tahun ini,” katanya.

Baca juga : TN Komodo Darurat Pengawasan, Gubernur NTT Desak Menteri LHK Segera Alihkan Wewenang

Menurutnya, ekspor langsung ini membuat pemasaran hasil rumput laut dari provinsi berbasiskan kepulauan ini lebih efektif dan efisien serta dapat meningkatkan nilai jualnya.

Selama ini, lanjutnya, rantai pemasaran produk kelautan dan perikanan dari daerah ini untuk tujuan ekspor pada umumnya melalui pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, sehingga membutuhkan waktu lebih lama dan biaya yang relatif lebih tinggi.

“Sedangkan ekspor langsung ini nanti kapal kontainer mampir sebentar di Surabaya dan langsung ke negara tujuan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rumput laut yang diekspor akan dipasok dari produksi masyarakat yang diusahakan secara menyebar di Kabupaten Kupang, dan Kabupaten Rote Ndao.

Hasil rumput laut ini, lanjutnya, akan dikumpulkan oleh PT Flobamor dan disalurkan ke PT Rote Karaginan Nusantara (RKN), sebelum di ekspor.

Selanjutnya, PT RKN yang berhubungan dengan perusahaan kontainer untuk mengangkut rumput laut dari Pelabuhan Tenau ke negara tujuan yaitu Argentina.

Ia menambahkan, pihaknya telah berupaya memperkuat produksi rumput laut pada titik-titik usaha masyarakat dengan menyiapkan bantuan hibah berupa bibit maupun peralatan produksi.

“Kami sudah mendata basis-basis produksi rumput laut masyarakat, selain itu kami juga dorong untuk memasukkan proposal agar mendapatkan hibah dengan jumlah sesuai kemampuan produksinya,” tandasnya.

Ekspor Berkelanjutan

Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat mengaku optimistis ekspor rumput laut perdana ke Argentina, akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Ekspor rumput laut ini akan berkelanjutan, saya tidak cemas bahan baku akan tersedia karena orang NTT itu kerja rumput laut sudah hal biasa, sudah jadi budaya,” katanya saat acara Pelepasan Ekspor Perdana Rumput Laut PT Rote Karaginan Nusantara ke Argentina di Pelabuhan Tenau Kupang, Selasa (28/5/2019).

Ia meminta dukungan dari berbagai instansi terkait agar kegiatan ekspor langsung ini terus dijaga secara berkelanjutan.

Menurutnya, dibandingkan dengan upaya pemerintahannya untuk merealisasikan ekspor tanaman kelor, komoditi rumput laut masih lebih mudah dilakukan.

“Asal pemerintah bantu tali, bantu beni, ini cepat karena masyarakat sudah punya kebiasaan untuk mengerjakan rumput laut,” katanya.

Ia mengatakan, pemerintah provinsi juga akan menjaga harga komoditi rumput laut sehingga tidak terjadi penurunan yang merugikan masyarakat yang melakukan budidaya.

“Kami sudah siapkan harga batas bawah, ketika turun kami akan beli, sehingga petani rumput laut tetap semangat mengerjakannya,” katanya.

Setelah memberikan sambutan, ia melakukan seremoni pemukulan kendi sebagai tanda mulai diangkutnya sebuah kontainer berisi rumput laut sebanyak 25 ton berbentuk chip ke atas kapal KM Meratus Labuan Bajo/1901E.

Inovasi Baru

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Kementerian Kelautan Perikanan (KKP), Rina, mengapresiasi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang merealisasikan ekspor perdana komoditi rumput laut langsung ke Argentina.

“Yang kita apresiasi adalah kegiatan ekspor langsung ini membuktikan bahwa inovasi telah dilakukan,” kata Rina dalam sambutan yang dibacakan Kepala Pusat Standardisasi Sistem dan Kepatuhan BKIPM KKP, Teguh Samudro, dalam acara Pelepasan Ekspor Perdana Rumput Laut PT Rote Karaginan Nusantara ke Argentina di Pelabuhan Tenau Kupang, Selasa (28/5).

Baca juga : Usut Tuntas Dugaan Suap Mega Proyek di Masa Kepemimpinan Lebu Raya

Ia mengatakan, sebuah kerja keras bersama melalui proses yang panjang dengan melibatkan berbagai instansi telah dilaksanakan untuk menyelesaikan semua kendala dari penyediaan bahan baku, transportasi, dokumen persyaratan teknis dan administrasi.

Menurutnya, produk rumput laut Indonesia merupakan salah satu komoditi ekspor strategis di sektor perikanan karena manfaatnya sebagai bahan pangan maupun bahan baku industri dengan lingkup pemanfaatan yang luas.

Ia mengatakan, budidaya rumput laut memiliki daya saing tinggi karena selain mendukung peningkatan pendapatan domestik bruto (PDB) juga memberikan dampak sosial dengan menghadirkan lapangan kerja bagi masyarakat.

Rina berharap ekspor perdana dari NTT ini agar selanjutnya terus meningkat dari segi volume dan keragaman. “Semoga ini menjadi awal yang baik bagi upaya kita bersama memajukan dan meningkatkan produksi rumput laut di Provinsi NTT,” katanya. (DIAN/L6)