PT PLN Persero Kangkangi Putusan Pengadilan, Kuasa Hukum : itu tindak pidana

PT PLN Persero Kangkangi Putusan Pengadilan, Kuasa Hukum : itu tindak pidana

142 Read

KUPANG- Gugatan Dorkas Marunduri Djami di Pengadilan Negeri Kupang tehadap PT. PLN Persero (PLN) Pusat, PT. PLN Persero Wilayah II NTT dan PT. PLN Persero Area Kupang akhirnya menemui titik terang.

Gugatan perkara perdata yang didaftarkan pada 22 Mei 2019 dengan Nomor : 190/Pdt.G/2014/PN.KPG itu berhasil dimenangkan Dorkas Marunduri Djami selaku penggugat.

Baca juga : Kasus Penganiayaan di THM Heo Kupang, Laporan Korban Mandek di Tangan Polisi

Kuasa hukum penggugat, Lesly Anderson Lay, SH mengatakan, perkara itu sudah diputuskan oleh PT Kupang Nomor : 153/PDT jo. Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 1145 K/Pdt/2016 jo dan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 370 PK/Pdt/2018 yang telah berkekuatan hukum tetap.

Untuk melaksanakan putusan tersebut, ketua Pengadilan Negeri Kupang telah melakukan anmaning pada tanggal 07 Juni 2017 hingga anmaning ke-III pada 25 September 2017 sesuai berita acara eksekusi Nomor 190/Pdt.G/2014/PN.Kpg.

Berita acara eksekusi itu telah ditandatangani oleh ketua dan wakil ketua Pengadilan Negeri Kupang dan juga Irfan Sarwedy Panjaitan selaku manager PT. PLN Persero Wilayah II NTT dan Yonathan C. Richie Mosey selaku Manager PT. PLN Persero Area Kupang.

Ia menjelaskan, selaku termohon eksekusi dalam sidang anmaning III pada 25 September 2017, termohon eksekusi telah diberikan teguran agar para termohon eksekusi memenuhi/melaksanakan isi putusan yang telah berkekuatan hukum tetap secara sukarela selama delapan hari terhitung sejak peneguran tersebut dikeluarkan.

“Saat dikeluarkan surat peneguran, para termohon eksekusi/para tergugat mohon penangguhan eksekusi dengan alasan bahwa mereka akan mengajukan upaya hukum peninjauan kembali,” jelas Lesly kepada wartawan, Rabu (29/5/2019).

“Meski ada upaya hukum lanjutan oleh tergugat, namun secara normatif baik permohonan peninjauan kembali maupun perlawanan tidak dapat menangguhkan eksekusi,” tambah Lesly.

PK Ditolak

Lesly mengatakan, upaya peninjauan kembali para termohon eksekusi sesuai putusan Mahkamah Agung Nomor:370/PK/Pdt/2018 tanggal 16 Juli 2018 telah dinyatakan ditolak.

Dengan demikian, lanjut dia, maka termohon eksekusi dalam hal ini PT. PLN Persero Wilayah II NTT dan PT. PLN Persero Area Kupang wajib tunduk dan taat serta wajib melaksanakan isi putusan.

Baca juga : Dirugikan Miliaran Rupiah, Direktur PT. Rimba Mas Indah Gugat Bank NTT

Ia menjelaskan, amar putusan itu menyatakan, mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian, menyatakan secara hukum bahwa tergugat I, tergugat II dan tergugat III telah melakukan perbuatan melawan hukum dan menghukum para tergugat untuk memindahkan tiga tiang listrik tersebut dan jaringannya serta menghukum tergugat secara tanggung renteng untuk membayar kerugian materil sebesar Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) kepada penggugat secra tunai dan seketika.

“Prinsipnya permohonan eksekusi telah diajukan oleh klien saya sejak tanggal 2 Oktober 2018, kemudian berdasarkan petunjuk ketua pengadilan negeri Kupang, saya selaku kuasa hukum telah juga mengajukan permohonan tindak lanjut eksekusi pada tanggal 15 Januari 2019,” katanya.

Ia menambahkan, jika pihak PLN selaku tergugat tidak mau melaksanakan isi putusan secara sukarela maka, ia akan ajukan permohonan sita eksekusi atas aset PT. PLN Persero Wilayah II NTT dan PT. PLN Persero Area Kupang selaku termohon eksekusi sesuai hukum acara.

Dalam hasil rapat kerja nasional Mahkamah Agung (Rakernas MA) 2010 telah memberi petunjuk kepada para hakim dalam melakukan sita jaminan atau sita eksekusi terhadap harta BUMN atau BUMD. Rakernas MA menyimpulkan bahwa, harta kekayaan BUMN atau BUMD dapat disita oleh pengadilan. Terhadap keuangan negara yang disertakan inbreng (penyertaan modal) dalam BUMN atau BUMD persero dapat disita.

“Jika tidak melasanakan putusan hakim maka ada unsur pidananya karena ada dugaan melawan perintah kekuasaan yang sah sesuai pasal 216 KUHP,” pungkas Lesly. (DIAN/L6)

Komentar Anda?