Menanti Keberanian Polres Kupang Ungkap Kasus Dugaan “Joki” Perjalanan Dinas DPRD

0
53

KUPANG -Sejak penangkapan joki yang dicurigai menggunakan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) anggota DPRD Kabupaten Kupang beberapa waktu lalu, hingga kini Polres Kupang belum berani melakukan penahanan hingga menetapkan tersangka.

“Ketika para joki ini tidak ditahan maka bisa saja barang bukti akan sengaja dihilangkan Polres Kupang. Jika itu terjadi maka saya meragukan profesionalitas Polres Kupang terhadap penanganan kasus ini,” ujar advokat muda, Ferdi Boimau kepada wartawan, Selasa 11 Juni 2019.

Baca juga : Kunker ke Jakarta, 5 Anggota DPRD Kabupaten Kupang Diduga Pakai “Joki”

“Jika OTT, berarti polisi sudah punya cukup bukti permulaan yang cukup. Kenapa kemudian belum ada tersangka. Jangan pake gaya klasik bahwa masih dalam penyelidikan. Lantas mau sampai kapan, ini kan status OTT, janga terkesan diam ditangan Polres Kupang,” sambungnya.

Menurut dia, seharusnya polisi melakukan proses penyelidikan secepatnya dan menaikan status pemeriksaan ke tahap penyidikan serta melakukan penahanan terhadap para joki yang menggunakan jasa para oknum angota DPRD tersebut.

Baca juga : Identitas Anggota DPRD Kabupaten Kupang yang  Diduga Gunakan Perjalanan Dinas Fiktif Terungkap

Ia mengatakan, jika kasus joki yang ditangani Polres Kupang tidak bisa naik status maka para terduga bisa saja mengembalikan kerugian negara dan dengan sendirinya dakwaan akan gugur.

“Patut diduga kalau Polres Kupang yang sengaja mengulur-ngulur waktu padahal ini kasus OTT,” tegas Boimau.

Sebagai warga masyarakat, ia berharap
Polres Kupang secepatnya menetapkan tersangka yang tidak menjadi asumsi publik bahwa Polres Kupang tumpul dalam penegakan hukum.

“Sebagai warga negara yang melihat kasus kejahatan ini, saya menilai proses hukumnya lemah dan berpotensi hilang di Polres Kupang, semoga tidak demikian,” tandasnya.

Baca juga : Bupati Kupang Minta Kasus Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif DPRD Diproses Hukum

Sementara itu, Kapolres Kupang, AKBP Indera Gunawan mengaku pihaknya masih mengumpulkan data-data terkait kasus tersebut. Ia berjanji akan mengungkap tuntas kasus itu.

“Pengumpukan datanya tidak mudah, butuh waktu karena Joki juga harus dipastikan ke Jakarta atas dasar apa, SPPD-nya ada atau tidak. Kalau ada, atas nama siapa. Data ini belum sepenuhnya kami peroleh,” jelasnya. (Danil)