NTT Luncurkan Minuman Keras Sophia, Kadar Alkohol Hingga 40 Persen

0
93

KUPANG-Pemerntah NTT bekerjasama dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang resmi meluncurkan minuman keras lokal khas NTT yang diberi nama, Sophia (sopi asli) di kampus Undana, Rabu (18/6/2019).

Gubernur NTT, Viktor Laiskodat berterimakasih kepada Undana yang telah melakukan riset minuman khas NTT yang akan bersaing dengan jenis minuman keras daerah lain.

Baca juga : Kontroversi Legalisasi Miras oleh Gubernur NTT

Ia mengatakan, tujuan utama pemberdayaan minuman lokal adalah meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Pengusaha akan beli langsung ke masyarakat dengan harga mahal dan akan diproses menjadi Sophia,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (19/6/2019).

Rektor Universitas Nusa Cendana, Frederik Benu mengatakan, peluncuran minuman keras Sophia sebagai bentuk tanggungjawab universitas terhadap pembangunan NTT.

“Universitas punya tanggungjawab moril  terhadap pembangunan di NTT. Tidak saja cerdas untuk diri sendiri tetapi harus jadi menara air yg menyejukan terhadap sosial kemasyarakatan,” ujarnya.

Ia mengatakan, peluncuran Sophia merupakan komitmen rektor Undana yang telah melakuan MoU dengan menteri pendidikan untuk menghasilkan inovasi berupa produk komersial dengan difasilitasi pemprov NTT.

“Rencananya ada tiga jenis Sophia yang dihasilkan tetapi saat ini baru dua. Ini jadi momen bersejarah bagi NTT dan Undana,” katanya.

Kadar Alkohol

Pofesor Fred mengatakan, Undana bertugas menghasilkan produk yang berkualitas demi pembangunan di NTT. Terkait pemasaran, menjadi tugas pihak distributor atau swasta yakni PT NAM sesuai MoU.

“Pihak swasta harus siapkan ijin, bea cukai hingga produk botol harus dipenuhi sebelum dikomersialkan,” tandasnya.

Baca juga : Viktor Laiskodat Minta Pembeli Kembalikan Komodo

Sementara itu tim penelti Dr. Dodi Kusuma mengatakan, Sophia yang diluncurkan hari ini merupakan hasil olahan minuman khas dari Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara.

Ia mengatakan, kadar alkohol yang tekandung dalam Sophia mencapai 35 hingga 40 persen.

Selain minuman asal Insana, timnya juga sudah mendatangkan minuman lokal dari daerah lain seperti, arak Adonara , arak Aimere dan sopi Pura Alor.

“Untuk keperluan adat juga sudah kami pikirkan ke depan. Hasilnya sesuai permintaan gubernur bahwa harus khas dan berbeda dengan jenis minuman lain,” katanya.

Ia menambahkan, proses riset hingga pembuatan Sophia memerlukan waktu cukup lama dengan melibatkan empat pofesor ahli daru Undana.

“Kalau proses keseluruhan dari awal memang agak lama, tetapi untuk menghasilkan satu botol palingan empat jam sudah jadi,” pungkasnya. (Dian/Liputan6)