Tangan Dingin Viktor Laiskodat Selesaikan Konflik Tapal Batas di SBD 

0
111

TAMBOLAKA– Aksi protes warga Desa Karang Indah, Kecamatan Kodi Blaghar yang menolak bergabung ke Kabupaten Sumba Barat kini berakhir damai.

Setelah mendengar keluhan warga setempat, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat akhirnya menetapkan Desa Karang Indah menjadi wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Kamis (20/6/2019).

Baca juga : Aksi Protes Warga Karang Indah Tolak Bergabung ke Sumba Barat

Pantauan diantimur, warga Desa Karang Indah nampak gembira didatangi gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat. Kedatangan Viktor disambut tarian adat dan air mata kebahagian warga.

“Ini adalah kerinduan kami selama ini untuk bertemu langsung dengan pak gubernur dan mendengarkan keputusannya,” ujar Hermanus H. Mone tokoh masyarakat desa Karang Indah.

Sempat terjadi keributan saat Bupati Sumba Barat, Niga Dapa Wole memberi sambutan. Namun, keributan itu berakhir setelah gubernur Viktor meminta perwakilan tokoh masyarakat dan tokoh pemuda untuk menyampaikan keluhan.

“Saya minta semua masyarakat tenang, karena kami disini sebagai pemerintah dan sebagai bapak kalian,” ujar Viktor.

Baca juga : Upaya Viktor Laiskodat Tenangkan Warga Karang Indah yang Tolak Gabung ke Sumba Barat

Setelah perwakilan masyarakat menyampaikan keluhan dan harapannya, Gubernur VBL mengajak bupati SBD dan bupati Sumba Barat dan tokoh-tokoh masyarakat sebagai perwakilan, melihat kembali peta dan menentukan titik perbatasan.

Penentuan titik batas itu berakhir damai ditandai dengan pemasangan pikar pilar batas wilayah oleh Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat didampingi Bupati SBD, Markus Dairo Talu dan Wakil Bupati, Niga Dapa Wole serta seluruh masyarakat desa Karang Indah.

“Ini keputusan yang sangat bijaksana dan sudah sesuai keinginan hati masyarakat selama ini. Terimakasih pak gubernur,” kata Isak Dore Mone warga setempat. (Deny TH)