Warga Protes Aktivits AMP Milik CV Lima Satu  Stone di Lembata

0
12

LEMBATA– Warga Desa Baopana melakukan protes atas beroperasinya Asphalt Mixing Plant (AMP), Stone Crusher dan Batching Plant milik CV Lima Satu di Desa Merdeka, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata.

Pasalnya, AMP yang berjarak hanya sekitar 100 meter dari pemukiman warga di Desa Baopana ini dinilai menyebabkan polusi udara dan mengancam kesehatan warga, khususnya anak-anak yang rentan terhadap penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Baca juga : Tak Kantongi Izin, Proyek PT Bumi Indah di Sikka Terancam Disegel

Salah satu warga Desa Baopana, Lorens Lengari meminta pemerintah meninjau ulang pemberian izin operasi AMP, Stone Crusher, dan Batching Plant milik CV Lima Satu ini.

“Kita lihat ke depan kalau berjalan terus pasti akan mengakibatkan kesehatan yang sangat buruk bagi generasi kita. Anak-anak kita pasti kena TBC semua nantinya,” kata Lorens kepada wartawan, Minggu (9/6/2019).

Baca juga : Pemkab Sikka Didesak Hentikan Proyek PT Bumi Indah

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lembata, Quintus Irenius Suciadi mengatakan pihaknya pernah menahan izin operasi selama enam bulan karena ada penolakan dari warga.

“Itu punya lima satu (CV Lima Satu) selama ini memang izin selama enam bulan saya tahan karena ada penolakan dari warga,” kata Iren, Senin (24/6/2019).

Meski demikian, izin proses izin terus diberikan karena Dinas DLH telah menerima surat persetujuan tertanggal 28 Maret 2019 dari warga dan Kepala Desa Baopana.

“Tapi kemarin ada warga termasuk kepala desa yang mengirim surat persetujuan ini maka kami mau proses dulu karena kami pikir tidak ada masalah. Sekitar minggu lalu juga saya turun ke lapangan konfirmasi dan dia punya teknologi itu tidak mengeluarkan asap karena masuk ke dalam tanah dalam bentuk lumpur,” kata Iren.

Meski demikian, pengakuan warga mengatakan saat dilakukan uji coba, mesin ini mengeluarkan debu dan bertebaran ke dalam kampung bahkan hingga ke area sekolah. (Dian/L6)