Janji Loloskan Korban Jadi Anggota Satpol PP, Mantan Pegawai Honor di Kupang Raup Jutaan Rupiah

0
277

KUPANG– Seorang perempun muda, Katarina Kuy ditangkap polisi setelah menipu seorang warga dengan modus dapat meloloskan korban jadi tenaga honorer Satpol PP Provinsi NTT. Akibat perbuatan pelaku, korban, Rien Marthinus (19) mengalami kerugian sebesar Rp. 6.250 juta.

Mantan pegawai honor di Pemkot Kupang ini sehari-hari tinggal di kos-kosan di Keluarahan Kelapa Lima, Kota Kupang. Sementara korbannya beralamat di RT 002 RW 001 Kelurahan Kelapa Lima. Pelaku melakukan aksinya sejak Mei 2019.

Baca juga : Ketua DPRD Kota Kupang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan

Kapolsek Kelapa Lima, AKP Didik Kurnianto mengatakan, pelaku ditangkap setelah menerima laporan korban pada, Sabtu, 6 Juli 2019 sekitar pukul 15.30 wita. Korban baru sadar aksi yang dilakukan pelaku merupakan modus penipuan setelah dia menyerahkan sejumlah uang.

“Pelaku dulunya pegawai honor, tetapi sudah berhenti. Ia  mengaku bisa loloskan korban jadi honorer Satpol PP. Selanjutnya pelaku meminta sejumlah uang kepada korban,” ujar Didik kepada wartawan, Rabu (10/7/2019).

Setelah bertemu pelaku, korban kemudian menyetor uang tunai sebesar Rp 2 juta. Seminggu kemudian, pelaku kembali meminta sejumlah uang sebesar Rp. 3.500.000. Kepada korban, pelaku mengatakan uang tersebut untuk biaya pakian serta atribut Satpol PP. Korban pun menyerahkan uang tunai kepada pelaku.

Baca juga : Dugaan Penipuan, BPR Christa Jaya Kupang Dipolisikan Nasabah

Kecurigaan korban timbul ketika pelaku kembali meminta uang tambahan pada 14 Mei 2019. Ketika itu, korban meminta uang sebesar Rp 750.000 dan kembali meyakinkan korban akan lulus sebagai honorer Satpol PP sehingga harus menyetor uang untuk biaya makan minum selama pendidikan di Sekolah Polisi Negara Polda NTT.

“Pelaku menyampaikan ke korban bahwa pada 20 Mei 2019 korban akan menjalani pendidikan honorer Satpol PP NTT. Namun saat korban pergi bertemu pelaku di kamar kosnya, pelaku mengatakan kepada korban bahwa pendidikan honorer ditunda sampai bulan Juni 2019 namun sampai dengan saat ini pendidikan honorer Sapol PP tidak ada,” katanya.

Merasa dirugikan, korban akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Kelapa Lima. (Dian/L6)