Diterlantarkan Pemda dan Askab Flotim, Pemain Sepak Bola U-14 Nginap di Rumah Warga

0
1975

KUPANG– Asosiasi Sepak Bola Kabupaten (Askab) Flores Timur (Flotim) dan Pemda Flotim dinilai menelantarkan tim sepak bola U-14, Pamri Adonara yang berlaga di Kupang. Anak-anak berbakat ini, terkesan diabaikan selama berlaga di Menpora Cup tingkat propinsi.

Pemain U-14 ini tiba di Kupang pada 7 mei lalu. Meski membawa nama Flores Timur namun keikutsertaan anak asuh Oktavianus Deker ini tidak difasilitasi Askab ataupun Pemda Flotim. Bermodalkan uang sumbangan dari pemerintah Desa, pelatih dan asisten pelatih, generasi sepak bola Flotim ini semangat mengikuti turnamen.

Baca juga : Wakil Bupati Flotim Janji Beri Hadiah Uang Bagi Pemain Perseftim yang Cetak Gol

Mirisnya, selama mereka di Kupang, perwakilan dari Askab Flotim tak pernah mendapmpingi mereka begitu juga pemerintah pemerintah Flotim. Untuk membiayai aktifitas mereka, termasuk transportasi ke lapangan, beberapa anak muda Flotim di Kupang, terpaksa berjalan menyodorkan proposal dari rumah ke rumah.

Untungnya, semangat anak-anak ini juga didukung pemerintah desa. Pemdes secara suka rela menyumbang uang sebesar Rp 3.500.000. Sang pelatih sendiri menyumbang uang sebesar Rp 2.000.000 sementara asisten pelatih sebesar Rp. 500.000. Biaya ini, termasuk biaya transportasi dan aktivitas mereka selama di Kupang.

Dengan uang yang terbatas, ke 18 anak ini terpaksa harus menginap di salah satu rumah keluarga, Simon Kopong Seran. Di rumah ini, semua makan minum ditanggung tuan rumah.

Mewakili Flotim

Pelatih Pamri U-14 Okatvianus Deker mengatakan, tim Pamri merupakan juara satu Menpora cup zona Adonara. Askab Flotim menjadi panitia turnamen ini. Turnamen ini dilaksnakan pada tanggal 11 sampai 28 mei lalu.

Turnamen ini sendiri diikuti oleh delapan tim. Tim yang meraih juara satu, berhak mewakili Adonara untuk berlaga di jenjang selanjutnya, yakni tingkat propinsi. Jika di tingkat propinsi meraih juara satu maka akan mewakili NTT berlaga di tingkat Nasional di solo.

Baca juga : Pemda Flotim Akan Gelar Forum Rapat Evaluasi Bahas Polemik Ornamen Semana Santa

Untuk Flotim sendiri, diwakili tiga tim. Zona Adonara, diwakili Pamri, zona Larantuka daratan diwakili Sesado Hokeng dan dari Solor diwakili Lamakera Jaya. Informasi yang dihimpun, ketiga tim ini juga menggunakan uang pribadi.

Oktavianus mengatakan, biaya pendaftaran untuk mengikuti turnamen Menpora Cup tingkat Kabupaten itu Rp 500.000. Juara satu akan berhak mendapatkan piala dan uang pembinaan senilai Rp 750.000.

“Tentu, ini tidak sebanding, tapi melihat anak-anak begitu antusias mengukitu turnamen ini, memberikan kebanggan sendiri, apalagi nantinya berlaga di jenjang yang lebih tinggi jika juara,” ujarnya.

Tim Pamri sendiri meraih juara satu dalam turnamen itu dan berhak mewakili zona Adonara. Setelah meraih juara, Askab kemudian mengatakan mereka akan berangkat ke Kupang. Terhitung sudah tiga kali mereka gagal berangkat karena tidak ada kejelasan dari Askab.

Setelah tiga kali batal, perwakilan dari Askab kemudian menginformasikan mereka ke Kupang tangal 7 mei lalu. Namun setelah sampai di Kupang, belum ada perwakilan dari Askab sendiri yang menemui dan memfasilitasi mereka.

Deket berharap, agar pemerintah daerah maupun Askab untuk segera membantu memfasilitasi mereka.

“Bakat-bakat mereka ini harus terus dipelihara agar mereka terus berkembang. Kasihan, kalau bakat-bakat dan potensi mereka ini tidak dioptimalkan dengan baik. Mereka adalah generasi muda yang mengharumkan nama lewo tanah,” tandasnya. (Dian/R3)