Kadis PMD SBD Jadi Tersangka, Pencairan Dana Desa Ditangguhkan

2
320

TAMBOLAKA– Penyidik Polres Sumba Barat telah menetapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Aleks Saba Kodi dan Kepala Bidang Pemerintahan desa pada Dinas (PMD), Rinto Danggaloma menjadi tersangka dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan bimbingan teknis desa tahun anggaran 2019.

Pantauan media ini pada Jumat (12/7/2019, tidak ada aktivitas pelayanan di ruang bidang Pemdes. Pintu ruangan tertutup rapat dan tidak ada pegawai di dalamnya. Sementara kesekretariatan PMD masih beraktivitas seperti biasa. Nampak para pegawai sibuk mengerjakan tugas kantor.

Baca juga : Tangan Dingin Viktor Laiskodat Selesaikan Konflik Tapal Batas di SBD 

Sekretaris PMD SBD, Lodowik L. Raya mengaku aktivitas kantor sejauh ini masih normal. Hal ini bisa di lihat dari tingkat kehadiran para pegawai.

“Perkantoran tetap berjalan seperti biasa, hanya kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan anggaran ditangguhkan untuk sementara waktu seperti yang terjadi di bagian Pemdes. Aktivitas mereka pencairan dana desa, pasti berkaitan dengan anggaran, kalau tidak ada kegiatan pencairan, pasti tidak akan ada kegiatan,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (12/7/2019).

Baca juga : Kreativitas Ibu-Ibu PKK Desa Marokota Ciptakan Sabun Herbal

Menurut dia, meski pimpinan sedang menghadapi proses hukum, namun sebagai ASN wajib bekerja seperti biasa.

“Saya sudah berkordinasi degan Sekda SBD untuk meminta petunjuk lebih lanjut dan Pak Sekda mengatakan akan menyampaikan hal itu ke bupati. Kita tunggu saja keputusan dari atas. Kita akan terus bekerja seperti biasa,” katanya. (Deni)