Aksi Keji Ayah di Kupang Aniaya Anaknya Berumur 2 Tahun Hingga Patah Tulang

0
168

KUPANG– Aksi seorang ayah di Kelurahan Oenesu, Kecamatan, Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT tergolong keji. Pria bernama, Abraham Sabneno tega menganiaya anaknya yang masih berumur dua tahun hingga sekarat.

Kejadian itu terjadi pada Minggu (14/7/2019) sekitar pukul 16.00 wita. Akibatnya, bocah malang itu mengalami patah tulang di lengan kiri dan paha kiri. Selain patah tulang, bocah ini juga disulut dengan api rokok dibagian wajah.

Baca juga : Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Penganiayaan Keluarga Pasien di TTS

 Kasat Reskrim Polres Kupang, Iptu Simson Amalo mengatakan, kasus penganiayaan tehadap anak itu baru terungkap ketika ibu korban, Erni Lakusaba melaporkan kasus KDRT yang dialaminya di Polsek Kupang Barat.
 

“Saat melapor, ibu ini datang bersama anaknya yang ternyata juga jadi korban penganiayaan berat pelaku,” ujar Kasat Reskrim Polres Kupang, Iptu Simson Amalo kepada wartawan, Kamis (17/7/2019).

Ia menuturkan, saat melakukan pemeriksaan, polisi merasa curiga dengan kondisi anak berinisial DDS (2)  yang terus menjerit kesakitan.

Melihat kondisi bocah itu, polisi kemudian menanyakan kepada korban tentang kondisi anaknya. Barulah terungkap ternyata suami bejatnya itu bukan saja menganiaya sang isteri, namun putri mereka yang baru berumur dua tahun juga turut dianiaya pelaku hingga patah tulang.

“Awalnya dia ketakutan omong ke polisi karena diancam suaminya. Setelah diberi pemahaman baru dia jujur dan langsung membuat laporan polisi,” katanya.

Baca juga : Terlibat Penganiayaan, Mahasiswa Undana Kupang Diciduk Polisi

Ia mengatakan, dalam kesehariannya, ayah korban tidak mempunyai pekerjaan tetap sementara ibu korban yang mencari nafkah dengan berjualan sayur.  Saat berjualan, bocah malang ini dititipkan ke sang ayah untuk dijaga.

Kesal karena korban sering menangis, pelaku lantas membakar wajah putrinya dengan api rokok. Tak puas dengan itu, ayah bejat ini kemudian mengambil sebatang besi dan menganiaya anaknya hingga patah tulang pada lengan kiri dan paha kiri.

Saat ini korban bersama ibunya dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Prof DR. WZ Johannes Kupang. Sementara pelaku masih dalam pengejaran polisi. (Dian/Liputan6)