Potret Penderitaan Warga Desa Mata Weelima SBD : Krisis Air Bersih dan Hidup Tanpa Listrik

0
124

TAMBOLAKA– Sebagian besar penduduk miskin berada di desa. Adanya Dana Desa ternyata belum mampu mengurangi ketimpangan antara penduduk di pedesaan dengan perkotaan. Seperti yang dialami warga Desa Mata Weelima, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).

Baca juga : Kekeringan, Warga Desa Mata Weelima SBD Harus Jalan 3 Km Demi Air Bersih

Dalam empat bulan terakhir, warga mengalami krisis air bersih. Panas berkepanjangan mengakibatkan sumber mata air di desa tersebut mengalami kekeringan. Untuk bertahan hidup, warga terpaksa berjalan kaki sejauh 3 Km untuk mengambil air.

Selain kesulitan air bersih, warga Desa Mata Weelima juga ternyata belum menikmati listrik. Selama ini, warga menggunakan lampu pelita sebagai penerangan di malam hari.

“Selama ini kami menggunakan lampu pelita ada juga pakai lampu sehen tetapi hanya bertahan satu malam,” ungkap salah satu warga, Martinus U. Wopa kepada wartawan, Rabu (17/7/2019).

Baca juga : Ada Lomba Masak Pangan Lokal Emak-Emak PKK di Sumba Barat

Untuk mengecas lampu sehen, warga terpaksa membayar pemilik rumah yang memiliki genset.

“Sekali cas Rp 2000, casnya pagi dan hingga sore. Lampu itu kami gunakan hanya untuk penerangan malam hari sebagai penerangan saat masak dan makan malam saja. Sementara anak kami belajar menggunakan lampu pelita,” katanya.

Warga terpaksa berjalan kaki sejauh 3 Km demi mendapatkam air bersih (Foto : Deni Theedens/Dian Timur

Ama Rita, Kepala dusun 2 Desa Mata Weelima mengaku sudah bertahun-tahun warga setempat mengharapkan listrik masuk desa. Namun, hingga kini belum ada perhatian dari pemerintah.

“Kasihan anak-anak kami sangat sengsara, belajar masih pakai pelita,” tandasnya.

Ia berharap Pemda SBD segera merespon keluhan warga yang hingga kini belum merasakan kemerdekaan sesungguhnya. (Deni)