Mengelola Desa Wisata dengan Pembangunan Homestay di Sikka

0
49

MAUMERE– Pemerintah daerah Kabupaten Sikka melalui dinas pariwisata saat ini gencar mengembangkan potensi pariwisata desa. Desa-desa yang memiliki potensi wisata diberi pelatihan berwirausaha memanfaatkan peluang kunjungan wisatawan.

Seperti di Desa Sikka, Lela. Dinas pariwisata memberikan pelatihan tentang pengelolaan homestay, Sabtu (27/7/2019).

Kepala Bidang Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia, Mikeel Mane mengatakan, homestay merupakan salah satu sarana pendukung penting dalam pengelolaan desa wisata. Pengelolaan homestay berdampak bagi peningkatan ekonomi masyarakat desa.

Desa Sikka memiliki potensi wisata yang selalu dikunjungi wisatawan. Diantara wisatawan yang berkujung ke desa Sikka, ada sebagian wisatawan ingin menginap, namun di desa Sikka belum ada fasilitas penginapan atau homestay.

Fransiskus Edison da Chunya

Untuk mendapatkan nilai ekonomi, kamar atau rumah dapat disewakan pada tamu-tamu atau wisatawan yang datang berkunjung ke desa.

“Selama ini kita biarkan peluang lewat  begitu saja. Dengan memberi pelatihan, warga akan didorong menangkap peluang usaha ini,” ujarnya.

“Rumah warga yang mungkin ada kamar lebih bisa dimanfaatkan menjadi homestay bagi wisatawan,” tambahnya.

Ia mengatakan, faktor penentu pengelolaan homestay tergantung pada pelayanan. Mengelola homestay dengan baik cukup menetapkan sapta pensonanya seperti aman, tertip, bersih, ramah, indah dan sejuk. Selain sapta pesona, pengelola homestay bisa menyediakan tenun-tenun ikat Sikka bagi wisatawan.

“Standar homestay tidak luar biasa,  homestay hanya memiliki kamar yang ditata dengan baik, kebersihan terjamin dan hal yag terpenting adalah adanya wc dan kamar mandi yang bersih dan nyaman. Homestay tidak harus standar hotel,” jelasnya.

“Orang bisa saja tidur di tikar, tidak harus tidur di kasur. Di tikar lebih nyaman terapi ketenangan dan keramahtamaan kita yang membuat para tamu akan lebih betah untuk tinggal. Buatlah mereka meresa seperti di rumah mereka sendiri,” tandasnya.

Sementara salah satu peserta pelatihan, Fransiskus Edison da Chunya mengatakan, di desa Sikka ada beberapa potensi wisata yang menarik wisatawan yakni, gereja tua Sikka, lepo gete (Rumah Raja), logu senhor dan tenun ikat Sikka.

Ia berharap, pelatihan pengelolaan homestay tidak hanya sebatas sosialisasi, tetapi pendampingan dari pemda terhadap kelompok tenun ikat dan kegiatan-kegiatan industri lainnya. (J. D Gomez)