Bursa Inovasi Desa Libatkan BLK dan Sekolah di SBD

0
50


TAMBOLAKA– Bursa inovasi desa kloter dua kembali digelar di Kecamatan Wawewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Jumat (26/7/2019). Kali ini melibatkan desa-desa di kecamatan Wawewa Timur, Wawewa Tengah dan Wewewa Utara.

Bursa inovasi desa kolter 2 ini tidak hanya melibatkan desa-desa, tetapi juga BLK Don Bosco dan SMKN 1 Wewewa Timur.
Pantauan media ini, berbagai produk lokal dipamerkan kelompok ibu-ibu PKK dalam bursa inovasi desa kloter dua ini.

Salah satu kelompok pengrajin dari Desa Welimbu, Kecamatan Wawewa Timur, Adriana Yati memamerkan hasil karyanya dari barang bekas. Plastik bekas yang sudah menjadi sampah diolah jadi keranjang, tas, kotak persembahan dan pansel.

Pekerjaan itu sudah ia geluti sejak 2016. Kreatifitas ibu rumah tangga ini mampu membiayai beberapa anaknya hingga perguruan tinggi.

Pendeta Jack Malo Bili selaku ketua panitia bursa inovasi desa kloter 2 mengatakan, bursa inovasi desa menjembatani kebutuhan pemerintah desa dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka pengelolaan dana desa yang lebih efektif dan inovatif.

Ia berharap dengan kegiatan ini pemangku kepentingan dapat mengetahui kebijakan-kebijakan PID, kegiatan-kegiatan yang dijalankan termaksud komponen PPID dan P2KTD, serta para pelaku program.

Bupati SBD, Markus Dairo Talu yang diwakili Sekretaris PMD, Lodowik L. Raya mengatakan, pembangunan dan pengembangan desa saat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan demi kesejahteraan masyarakat desa.

Peningkatan kualitas kehidupan itu dapat diupayakan melalui pengembangan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku, keterampilan yang sesuai dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat desa sebagai dasar dalam peningkatan kemampuan sebagai pelaku utama dalam proses pembangunan yang partisipatik.

Hal tersebut, kata dia, dapat diwujudkan dalam efektifitas penggunaan dana desa secara sistimatis, terencana, partisipatik, inovatif dan berkualitas.

Ia mengatakan, inovasi ini dapat memacu orang lain yang belum memiliki ide atau kreatifitas untuk berusaha belajar dan melakukan hal-hal positif untuk membangun desa.

“Inovasi ini juga adalah pertukaran pengetahuan dan ketrampilan dari setiap-setiap desa yang ada di kabupaten SBD dan menjadi pengetahuan baru untuk desa-desa lain untuk mengembangkan produk lokal mereka,” katanya. (Denni)