Polisi Ungkap Motif Kasus Duel Maut 3 Lawan 1 di Sikka

0
143

MAUMERE– Firmus Nong Noni alias Firno (30) warga Araobat, Dusun Wualadu, Desa Kloangpopot, Kecamatan Doreng, Kabupten Sikka tewas dibacok, Senin (29/7/2019) sekitar pukul 07.30 wita.

Firmus tewas dengan luka bacokan di sekujur tubuh setelah teribat duel maut dengan tiga warga desa tetangganya.

Setelah melakukan pendalaman, polisi pun resmi menetapkan, FNA (36) dan SL (40) sebagai tersangka.

“Tersangkanya dua orang, kalau JO alias John (30) masih sebagai saksi,” ujar Kapolres Sikka, AKBP Rikson Situmorang saat menggelar konferensi pers di Mapolres Sikka, Selasa (30/7/2019).

Barang bukti senjata tajam yang disita polisi (foto :John da Gomez/Dian Timur)

Rikson mengatakan, kasus itu berawal dari pertengkaran antara korban dan John di tempat judi sabung ayam. John merupakan adik kandung tersangka, FNA. Saat pertengkaran itu, pelaku, FNA sempat memukul korban karena membela adiknya.

Merasa bersalah, keesokaan hari, keluarga John dan FNA menuju rumah korban untuk meminta maaf. Namun, permintaan maaf itu ditolak korban.

Baca:http://www.diantimur.com/2019/07/29/duel-maut-3-lawan-1-di-sikka-1-tewas/

Tak sampai disitu saja usaha John dan FNA untuk memohon maaf. Keesokan harinya FNA mengajak John dan SL kembali mendatangi rumah korban dengan tujuan berdamai. Namun, saat itu korban tak berada di rumahnya. Ketiganyapun memutuskan kembali menuju Desa Krokowolon dengan menggunakan dua unit sepeda motor.

“John berboncengan dengan SL, sedagkan FNA sendirian,” tutur Rikson.

Saat tiba di Kakiwair, Desa Wolomotong, Kecamatan Doreng, tiba-tiba ketiganya dihadang korban dengan senjata tajam. Korban menyerang John dengan SL menggunakan parang miliknya namun berhasil dihindari.

Melihat aksi korban, FNA langsung menghentikan sepeda motornya dan berniat menenangkan korban. Namun, aksi FNA diterima dengan sabetan parang korban dan melukai perut FNA. Duel maut dengan senjata tajam pun terjadi.

Meski sudah terluka, namun FNA tetap berusaha memeluk korban. Saat itu, parang yang dipegang korban terlepas dari tangannya. Kesempatan itu langsung dimanfaatkan, SL. Ia langsung merampas parang dan membacok korban hingga tewas.

“Korban tewas dengan luka bacokan di bagian kepala, leher dan tangan,” katanya.

Selain menetapkan dua tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa tiga buah parang dan pakaian milik korban.
Pelaku dijerat pasal 338 KUHP Jo pasal 55 KUHP atau pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (J d. Gomez)