Benarkah Ahok Jadi Calon Gubernur NTT 2024?

0
1468

KUPANG– Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tiba di Kupang, NTT, Selasa (13/8/2019).

Dalam kunjungannya, Ahok didampingi Anggota DPR RI terpilih periode 2019-2024, Yohanis Fransiskus Lema serta Ketua DPD Partai PDI Perjuangan NTT, Emelia Nomleni bersama sejumlah pengurus partai di daerah.

Ahok dijadwalkan berada di NTT sekitar tiga hari dan akan berkunjung ke Kabupaten Timor Tengah Selatan untuk menjajaki investasi pakan ternak di daerah itu.

Baca juga : https://www.diantimur.com/2019/07/30/ahok-akan-berkunjung-ke-ntt-jadi-ikon-politik/

Saat berdialog dengan warga Kota Kupang di Kantor DPD PDIP NTT, sejumlah warga meminta Ahok maju menjadi calon gubernur NTT pada 2024 mendatang.

“Pak Ahok sudah berhasil memimpin DKI, kami ingin pak Ahok bisa menjadi gubernur NTT,” ujar Ketua Kaukus Perempuan Politik, Emi Kolin dalam sesi dialog bersama Ahok.

Ahok didampingi Anggota DPR RI terpilih periode 2019-2024, Yohanis Fransiskus Lema serta Ketua DPD Partai PDI Perjuangan NTT, Emelia Nomleni (Foto : Ola keda/Liputan6)

Hal yang sama disampaikan Nancy Boelan-Agusteyn. Ia meminta Ahok bisa maju menjadi calon gubernur NTT 2024 mendatang.

Menjawab pertanyaan warga, Ahok mengatakan tak ingin menjadi gubernur NTT.

“Pak Viktor masih memimpin dengan bagus kok. Kan ada pak Viktor dan ada Ibu Emi Nomleni, tinggal diaduin aja mana yang terbaik,” ujar Ahok.

Ketika disinggung wartawan soal isu menjadi salah satu menteri dalam kabinet kerja Jokowi, Ahok mengatakan masih banyak yang lebih baik dari dirinya untuk ditempatkan sebagai menteri di Kabinet Kerja Jilid II.

Pria yang saat ini lebih suka dipanggil dengan sebutan BTP tersebut mengatakan siapapun yang menjadi menteri di kabinet pimpinan Presiden Jokowi, semua penunjukan adalah kewenangan presiden.

“Semuanya itu kewenangan dari Presiden Jokowi. Saya kira, saya tidak ya, tugas saya jalan-jalan ke daerah saja,” kata dia.

Ia mengaku bergabung ke PDIP bukan karena mengejar jabatan atau posisi politik, tetapi karena PDIP merupakan partai nasionalis yang hingga detik ini tetap setia pada Pancasila dan UUD 1945.

“Masih banyak yang lebih baik dari saya, untuk ditempatkan menjadi menteri. Di PDIP saya menjadi kader dan anggota baru, saya tidak kejar jabatan, kader-kader PDIP semua hebat-hebat melebihi saya. Saya memilih jadi guru politik,” katanya.

Dia juga mengaku bahwa kedatangannya ke Kota Kupang dengan tujuan ingin berinvestasi pakan ternak di salah satu kabupaten di Pulau Timor. Selain ingin berinvestasi, ia juga berdialog dengan tokoh agama dan akademisi dan masyarakat Kota Kupang.

Minta Saran Tokoh Lintas Agama

Dalam kunjungannya, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok melakukan dialog dengan sejumlah tokoh lintas agama dan akademisi di Hotel Naka, Kota Kupang, Selasa (13/8/2019)

“Saya ingin sekali mendapat masukan dari bapak-ibu sekalian dalam dialog kita ini,” kata Ahok dalam acara dialog itu.

Baca juga : https://www.diantimur.com/2019/01/24/ahok-bebas-hugo-pareira-ia-jadi-contoh-terbaik/

Dalam kesempatan itu, Ahok mengutarakan keinginannya untuk lebih mengenal masyarakat di Provinsi NTT melalui unsur-unsur yang hadir dalam dialog tersebut.

Ahok didampingi DPR RI terpilih, Ansi Lema saat berdialog dengan tokoh lintas agama di Hotel Naka (Foto : Ola Keda/Liputan6)

Selain itu, kata dia, rekan-rekannya di partai juga menginginkan agar ia berbagi pengalaman terkait kebijakan yang diterapkan saat menjadi Gubernur DKI Jakarta.

“Karena itu kami ada buku nanti dibagikan pengurus partai tentang kebijakan apa yang saya lakukan selama memimpin Jakarta. Tentu tiap daerah mempunyai kebijakan yang berbeda karena itu dengan dialog ini saya tentu berharap bisa merasakan, ternyata NTT itu kira-kira seperti ini,” tandasnya.

Acara dialog yang berlangsung sekitar dua jam dari pukul 14.00 Wita itu dihadiri para tokoh lintas agama serta Rektor Undana Kupang Fredrik L Benu dan Rektor Unwira Kupang Philipus Tule. (Dian/Liputan6)