Bursa Inovasi Desa Sikka : Pertukaran Gagasan Menuju Indonesia Unggul

0
124


MAUMERE– Bursa Inovasi Desa (BID) tahun 2019 kloter I Kabupaten Sikka mulai digelar di Jalan Cinderamata, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Rabu (21/8/2019).

Bursa Inovasi Desa Kloter I ini meliputi wilayah, Kecamatan Alok, Alok Timur, Kangae, Kewapante, Magepanda, Hewokloang dan Palue.

BACA JUGA : http://www.diantimur.com/2019/07/24/bursa-inovasi-membangun-desa-lewat-produk-lokal-di-rumah-budaya/

Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa, Kornelis Soge mengatakan, metode kegiatan bursa inovasi desa ini menggunakan pendekatan bursa atau pertukaran gagasan dan inovasi desa, paparan, unit belajar, multimedia, bimbingan dan konsultasi.

Kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) tahun 2019 ini nantinya akan dibahas dalam musyawara desa dan dianggarakan dalam APBDes.

“Tahun ini sudah berjalan sesuai dengan kelender perencanaan desa, karena RKPDes sudah diketuk palu di bulan oktober 2018 dan bursanya terjadi di bulan agustus 2019,” ujarnya.

“Harapannya, Oktober 2019 nanti, perencanaan desa menjadi lebih berwarna dan usulan-usulan program lebih berfariatif dan inovatif, karena mereka udah punya gambaran,” sambungnya.

BACA JUGA : http://www.diantimur.com/2019/07/29/bursa-inovasi-desa-libatkan-blk-dan-sekolah-di-sbd/

Menurut dia, saat ini ada 35 usulan masuk dalam Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Dasar (PPKTD) yang hadir dengan 112 lebih menu yang ditawarkan. Menu yang ditawarkan ini, baik menu lokal maupun menu nasional akan memberikan warna yang lebih bagus terhadap perencanaan yang ada di desa.

“Kalau selama ini perencanaan di desa terlihat belum maksimal mengakomodir hal-hal yang yang inovatif maka dengan kegiatan bursa inovasi desa ini akan menjadi lebih baik lagi,” katanya.

Pendekatan Layanan dan Partisipasi

Pagelaran Bursa Inovasi Desa tahun ini dibagi dalam tiga kloster sesuai petunjuk operasioanal dari kementerian desa, demi pendekatan layanan dan partisipasi.

“Ada klaster Alok yang terdiri dari 7 kecamatan, kemudian klaster Talibura yang menghadirkan 6 kecamatan dan klaster pantai koka di paga yang menghadirkan 7 kecamatan, jadi ada tiga klaster yang akan diselenggaran bursa inovasi desa hari ini Rabu-Kamis-Jumat,” jelasnya.

kornelis Soge

Dengan adanya pembagia klaster, kegiatan bursa inovasi desa ini dapat mendekatkan ke masyarakat, sehingga menjadi peluang bagi semua desa untuk berpartisipasi.

“Tahun kemarin dalam evaluasi kami ada 24 desa yang tidak hadir dalam kegiatan bursa inovasi desa, serta tidak membelanjakan menunya. Dengan klaster pasti akan lebih banyak desa yang terlibat,” ungkanya.

Sebagai tenaga ahli pengembangan ekonomi desa, ia melihat desa-desa di Kabupaten Sikka belum fokus menentukan apa yang menjadi potensi unggulan desa.

Hal yang menjadi kendala utama adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Karena itu, kata dia, sesuai dengan himbauan Presiden Jokowi, dana desa harus lebih difokuskan peningkatan sumber daya manusia.

“Kalau fokus maka interfensi inovasinya bisa mulai dari hulu sampai ke hilir, kalau desa tersebut memilih ubi kayu sebagai produk unggulan maka marimari kita iterfensi mulai dari APBDesa desa mulai dari menanam ubi sampai pasca panen, kalau jagung itu bisa kita interfensi mulai dari teknologi pertanian, manajemen produktifitas pertanian, bibit, mesin dan sampai pada pengelolaan pasca panen,” imbuhnya.

“Seperti desa watugong sudah bisa menjual Moke dijadikan kopteil dan beberapa macam, itu artinya bisa memberi hal yang positif dan meningkatkan ekonomi desa,” pungkasnya. (John d. Gomez)