Anggota DPRD NTT dari PSI Tolak Pin Emas Dewan

0
1659

KUPANG– Anggota DPRD NTT terpilih, dr. Christian Widodo menolak menggunakan Pin emas untuk 65 anggota DPRD NTT yang rencananya dilantik pada 3 September 2019 mendatang.

Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menolak menggunakan pin emas dengan alasan penghematan anggaran.

“Masih ada yang lebih penting dari sekedar pin, apalagi harga pin tersebut berkisar 8-10 juta per,” ujar Widodo kepada wartawan, Jumat (23/8/2019).

BACA JUGA : http://www.diantimur.com/2018/12/08/anggota-dprd-ntt-jadi-tersangka-kasus-dugaan-korupsi-pembangunan-embung/

Menurutnya, PIN itu tidak mempunyai korelasi terhadap kinerja DPRD. Yang terpenting kata dia, kinerja emas dan prestasi emas.

“Saya merasa belum berprestasi tetapi menggunakan pin dari emas. Kuningan atau tembaga saja sudah cukup. Kondisi ekonomi masyarakat NTT masih dibawah garis kemiskinan dan DPR gunakan pin emas, rasanya kurang pas,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmennya, ia mengaku sudah bertemu sekretariat dewan meminta untuk dibuatkan pin dari tembaga atau kuningan.

“Kalaupun dari emas, saya akan titipkan kembali ke setwan, bila ada PAW bisa digunakan pin itu,” imbuhnya.

BACA JUGA : http://www.diantimur.com/2019/08/22/gugatan-ditolak-jimmy-sianto-banding/

Meski 64 DPRD NTT lainnya tidak menolak pin emas, menurut dia, itu merupakan pilihan masing-masing, apalagi sebagai anggota DPRD baru, tidak ikut dalam pembahasan.

“Mendagri juga sudah membuat pernyataan bahwa pin emas itu tidak wajib dari emas, disesuaikan dengan kemampuan masing-masing daerah. Intinya, bekerja untuk masyarakat, tidak perlu diperdebatkan itu pilihan masing-masing,” pungkasnya. (Dian/L6)