Jual Sampah Dapat Emas, Aksi Peduli Lingkungan PT Pegadaian Lewat Bank Sampah

0
148

MAUMERE– Sebagai wujud kepedulian terhadap masalah sampah dan peningkatkan sumber daya kehidupan, PT Pegadaian Persero Maumere, membuka bank sampah untuk warga Kota Maumere.

Bank sampah yang diberi nama The Gade Clean and Gold itu di bangun di pasar Alok, Kelurahan Kota Uneng Kecamatan Alok, Kabupetem Sikka dan telah diresmikan, Selasa (3/9/2019) siang.

PT Pegadaian Persero dan Bupati Sikka saat meresmikan bank sampah (Foto : John da Gomez/Dian Timur)

“Pendirian bank sampah ini demi meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan hidup masyarakat”, ungkap Kepala Cabang PT Pegadean Maumere Anwar.

Ia mengatakan, bank sampah merupakan salah satu program CSR PT Pegadaian Persero sebagai bentuk kepedulian sosial pegadaian kepada masyarakat. Ia berharap dengan adanya bank sampah dapat meberikan kontribusi bermanfaat bagi masyarakat setempat.

“Masyarakat bisa menjual sampah dan hasil penjualannya bisa disimpan dalam bentuk tabungan emas,” ujarnya.

Ia meminta kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah secara sembarangan, sehingga program sampah menjadi emas, yang kita canangkan bersama pemerintah kabupaten Sikka dapat mencapai hasil yang maksimal.

Saat peresmian bank sampah, beberapa dana CSR yang diberikan oleh PT Pegadaian Persero kapada masyarakat kabupaten Sikk dengan total Rp 335.000.000, dengan perincian, sumbangan dalam betuk pembangunan bersama, 2 unit kendaraan sepeda motor, 3 kendaraan pengangkut sampah dan sarana prasarana kantor bank sampah dengan total Rp.250.000.000.

Selain itu, PT Pegadaian juga memberi sumbangan buat masyarakat dalam bentuk CSR, yaitu sumbangan pembangunan gereja senilai Rp.30.000.000, sumbangan pembangunan mesjid sebesar Rp.30.000.000, sumbangan pembuatan 15 unit bak sampah dan 15 rumah untuk usaha mikro.

“Total biaya untuk dua jenis sumbangan CSR pegadaian sebesar Rp.250. 000.000,” imbuhnya.

Sementara tim bank sampah Maumere, Ibu Susi berterimahkasih kepada PT Pegadaian Persero yang telah mebangun bank sampah untuk masyarakat kabupeten sikka.

“Maumere terkenal dengan pariwisatanya yang luar biasa, tetapi juga terkenal dengan sampahnya yang masih terbuang sembarangan,” ungkapnya.

Dalam upaya pengelolaan sampah itu, tim The Gade Clean and Gold terdiri dari tujuh anggota yaitu dari non difabel dan difabel.

Untuk jangka pendek pengelolaan bank sampah, dalam tiga bulan pihaknya akan menirima tabungan sampah dari masyarakat dan melakukan MoU dengan semua SKPD dan kantor bupati.

“Sampahnya akan dipilah dan kami akan ambil tabungannya. Edukasi dan eksennya sudah dimulai dari pasar. Semoga kedepan pengelolaan sampah di pasar ini menjadi lebih baik,” harapnya.

Sementara untuk program jangka menengah, setiap tahun negara akan memberikan penghargaan adipura kepada masyarakat denga syarat harus ada bank sampah.

Perbup Pengelolaan Sampah

Pembangunan bank sampah The Gade Clean and Gold oleh PT Pegadaian Persero merupakan bentuk kerjasama dan kemintraan antara pemerintah dan BUMN.

“Ini akan kita tindak lanjuti dan ini juga menjadi tempat edukasi sehingga kita harus memulai bersih-bersih untuk semua wilayah kabupaten Sikka,” ujar Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo saat membuka peresmian rumah bank sampah The Gade Clean and Gold, di pasar alok kelurahan kota uneng, kecamatan alok, kabupaten sikka, Selasa (3/9/2019) siang.

PT Pegadaian Persero bangun bank sampah di kabupaten Sikka (Foto : John da Gomez/Dian Timur)

Menurut dia, volume sampah terbesar ada di pasar, karena itu pasar menjadi tempat yang baik untuk edukasi pengelolaan sampah.

Progers pengelolaan sampah di kabupaten Sikka, kata dia, sudah sangat bagus melalui pokja sampah, hanya belum maksimal dikerjakan. Saat ini, Pemda sedang menggodok regulasi pengelolaan sampah berupa Perbub sampah antara lain pengurangan penggunaan plastik.

“Seperti penggunaan tas plastik harus bayar, sehingga yang menggunakan plastik harus dikenakan biaya,” katanya.

Sementara Direktur PT. Pegadain Persero Denpasar, Nuril islamia, mengatakan, PT Pegadaian Persero merupahkan BUMN yang hadir untuk memberikan kontribusi dalam hal deviden kepada negara dan tidak terlepas dari kepentingan umum.

Salah satu yang diberikan adalah program bersih-bersih hati, bersih-bersih administrasi dan bersih-bersih lingkungan. Bersih lingkungan, diwujudnyatakan dalam bentuk program peduli lingkungan sepeti pembagian tong sampah dan yang paling besar adalah bank sampah.

“Ke depan pengelolaannya adalah edukasi dan setelah edukasi kita bisa menjelaskan pemanfaatan filosofi dari pada kebersihan lingkungan, sehingga komitmen pemerintah akan sampah bisa terselesaikan,” pungkasnya. (John da Gomez)