Cerita Sang Ayah Saat Temukan Isteri dan Jasad 2 Anaknya

0
5166

Foto : Dewi Regina dirawat intensif di RS. SK Lerik Kota Kupang (Foto : Ola Keda/Dian Timur)

KUPANG– Polisi memeriksa Obir Masus, ayah dari bocah kembar yang ditemukan tewas mengenaskan di rumah, Jalan Timor Raya RT 09 RW 03, Kelurahan Oesapa Barat, Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (5/9/2019).

Obir diperiksa bersama dua saksi lainnya. Dalam kejadian ini, kondisi istrinya, Dewi Regina (24) masih kritis.

“Ada tiga orang yang kami sudah periksa, bapak korban sendiri yang baru pulang dari tempat bekerja, tetangga korban termasuk juga saudara daripada ayah korban yang saat itu sama-sama pulang dari kerja,” ujar KBO Reskrim Polres Kupang Kota Ipda I Wayan Pasek Sudjana kepada wartawan, Jumat (6/9/2019).

BACA JUGA : https://www.diantimur.com/2019/09/06/begini-kondisi-ibu-2-bocah-kembar-yang-ditemukan-tewas-di-kamar-kos/

“Melihat dari kasat mata kemarin, kami melihat ada luka robek pada bagian kepala, kemudian kami belum dapat hasil dari forensik apakah dalam tubuh korban terdapat luka atau bagaimana, kami masih menunggu hasil dari forensik,” sambungnya.

Jenazah bayi kembar tersebut diautopsi oleh tim dokter Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang. Proses autopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab utama kematian kedua korban.

“Kami melakukan proses penyelidikan, kita akan menggali terus dan mengaitkan dengan hasil forensik yang nanti kita akan dapatkan termasuk juga keterangan dari ibu korban, yang sampai saat ini kami belum bisa ambil keterangan karena kondisinya masih dalam keadaan sakit,” jelasnya.

BACA JUGA : https://www.diantimur.com/2019/09/06/2-bocah-di-kupang-ditemukan-tewas-di-kamar-kos-ibu-sekarat/

Usai diautopsi oleh tim dokter, jenazah kedua korban diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan di kelurahan Lelogama, Kabupaten kupang.

Mess tempat korban ditemukan (Foto ; Ola Keda/Dian Timur)

Sementara ayah korban, Obir Masus menuturkan, kedua anaknya selalu riang menyambut di depan pintu rumah ketika dia pulang kerja sebagai kuli bangunan. Namun Kamis malam semuanya berubah setelah pintu didobrak, kedua buah hatinya tergeletak bersimbah darah di lantai.

“Mereka kembar jadi suka berkelahi, kakaknya itu yang suka pukul-pukul adiknya. Saat pagi saya dengar suara teriakan keduanya. Saat siang saya pulang makan, mereka baik-baik saja. Kita makan sama-sama habis ituistirahat dan jam satu baru lanjut kerja,” ungkapnya sambil menangis.

BACA JUGA : https://www.diantimur.com/2019/09/07/sosok-keluarga-korban-pembantaian-di-mata-tetangga/

Sebelumnya, warga Rt 009 Rw 003 Kelurahan Oesapa Barat Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, NTT digegerkan dengan penemuan mayat dua bocah bernama Angga Masus (5) dan Angki Masus (5) di kamar kos, Kamis (5/9/2019) sekitr pukul 17.10 wita.

Disamping dua jasad bocah kembar itu, ibunda mereka yang bernama Dewi Regina (24) juga ditemukan tergeletak bersimbah darah.

Hingga kini polisi masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku pembunuhan sadis itu. (Dian/L6)