Hakim Tolak Praperadilan Tersangka Kasus Korupsi NTT Fair

0
154

KUPANG– Hakim tunggal praperadilan, Fransiska D.P Nino, menolak gugatan praperadilan yang diajukan tersangka kasus korupsi NTT Fair, mantan kepala dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat, Yulia Afra.

Menurut majelis hakim, proses penyidikan penetapan tersangka serta penahanan tersangka Yulia Afra dinyatakan sah menurut hukum. Hal ini hal dinyatakan secara tegas dalam putusan praperadilan yang diputuskan oleh hakim tunggal dengan nomor putusan 07/pid.pra/2019/PN Kpg tanggal 4 September 2019.

Dalam amar putusannya, hakim menyatakan pemohon tidak dapat diminta pertanggugjawaban ditolak karena sudah masuk pokok perkara dan merupakan kewenangan penyidik.

Selain itu, penyidikan dinyatakan tidak prematur, penetapan tersangka dan penahanan terhadap pemohon adalah sah karena secara formil sudah sesuai dengan putusan MK dan merujuk ke pasal 184 Kuhap. 

“Peristiwa dalam pekerjaan NTT fair adalah mengarah ke hukum publik sehingga dalil pememohon tidak beralaskan hukum,” tegas majelis hakim.

Tudingan Terbantahkan

Kasi Penkum, Kejati NTT, Abdul Hakim mengatakan, tudingan kuasa hukum pemohon yakni Rusdinur, sangat tendensius kepada kepentingan pribadi lainnya Yulia Afra dan bukan hanya sekedar melindungi hak-hak tersangka Yulia Afra. Rusdi Nur juga menuding kejaksaan tidak profesional dalam melakukan penyidikan, penetapan tersangka maupun penahanan terhadap Yulia Afra.

“Apa yang dicelotehkan oleh pengacara yang bergelar pendidikan sarjana hukum magister hukum tersebut telah tertepis oleh putusan hakim tunggal praperadilan yang menolak seluruh alasan praperadilan yang diajukan oleh kuasa hukum Yulia Afra,” ujarnya.

“Penyidik penyidik yang menangani penanganan kasus NTT Fair merupakan penyidik yang profesional,” tambahnya. (Dian/L6)