Siswa SMK Negeri 1 Maumere Ikut Program Magang PLN

0
165

MAUMERE-  Sebanyak 18 siswa SMK mengikuti program magang di PT PLN (Persero) Unit lnduk Wilayah Nusa Tenggara Timur, Jumat (6/9/2019).

Para pelajar itu akan disebar pada Lokasi magang unit  UP3 Flores bagian barat gardu induk Ende sebanyak 13 orang dan UPK Kupang Gardu induk Maulafa sebanyak 5 orang. PKL itu akan dilaksanaka selama 6 bulan. 

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Maumere, Adelbertus B.Deo Hasulie mengatakan faktor yang paling dominan terjadinya pengangguran yaitu kualitas SDM khususnya dibidang keterampilan, karena itu kehadiran SMK sebagai sebuah institusi pendidikan vokasi harus menjadi bagian dari solusi bangsa.

“Melalui SMK akan melahirkan manusia manusia yang siap kerja , cerdas dan kompetitif serta berkerakter dan akan menjadi pelaku pelaku pembangunan,” ujarnya.

Kompetisi tenaga kerja pada era global khususnya tingkat menengah akan semakin kompetitif. Hal ini mengingat tuntutan kualitas yg diminta industri semakin tinggi dan intuk memenangkan kompetisi ini diperlukan lulusan yang unggul, berkarakter dan inovatif. 

“Seyogyanya sudah harus diantisipasi sejak dini dibangku sekolah agar lulusan SMK dapat berkompetisi,” katanya.

Untuk mengantisipasi tantangan itu, perlu adanya perubahan paradigma penyelenggaraan pendidikan yaitu penyelenggaraan pendidikan kejuruan mengacu pada kompetensi sesuai tuntutan pasar kerja dan standarisasi industri. 

Untuk merealisasikan hal ini  perlu adanya LINK and MATCH  antara smk dan dunia industri, karena yang memiliki pengetahuan dan keterampilan teknologi adalah industri sedangkan peran sekolah sebagai fasilitator dalam menjembatani kepentingan peserta didik dan kepentingan industri.

Dilain pihak tuntutan kurikulum SMK tidak sebatas mengajar, mendidik dan melatih para siswa/siswi, melainkan harus sampai pada pemasaran tamatan, dalam arti bahwa kualitas sebuah SMK diukur dari prosentase keterserapan tamatan di dunia industri atau dunia kerja. 

“SMK Negeri 1 Maumere menempuh langkah-lagkah strategis untuk membangun kerjasama dengan industri mulai dari sinkronisasi kurikulum, program magang guru dan praktek kerja lapangan bagi siswa/siswi,” jelasnya.

“Kerjasama dengan industri ini juga merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK,” sambungnya.

Ia menargetkan, pada 2021 mendatang, seluruh kompetensi keahlian yang ada pada SMK Negeri 1 Maumere masuk menjadi kelas industri.

Sementara Manager Bagian Lab PT PLN (Persero) UPDL Pandaan, Basyd Deddy Hermawan mengatkan, program vokasi ini merupakan upaya pembelajaran yang Iebih mendekatkan kepada kebutuhan industri. PLN ikut ambil bagian dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan bersertifikat sesuai bidangnya. 

Dikatakannya sesuai dengan pesan PLN Pusdiklat dan UPDL pandaan bahwa program ini sudah berjalan dua batch, diantaranya untuk level SMK, PLN sudah melaksanakan program vokasi.

Ada beberapa wilayah seperti Jawa Timur SMK PGRI 3 Malang, SMKN Pembangunan, SMKN 1 Gresik, SMKN 1 Blitar, SMKN 1 probolinggo, Jawa Tengah SMK Mohammdiyah Surakrta, SMK Pembangunan Jawa Tengah, SMKN 1 Semarang), Jawa Barat SMKN 2 Bogor, DKI Jakarta SMKN 26, SMKN 5, Kalselteng SMKN 5 Banjar masin, SMKN 2 Banjar Baru, Sumatera Barat SMKN 1 Padang dan SMKN Bukit Tinggi, sekarang Nusa Tenggara Timur SMKN 1 Maumere dan SMKN 2 Kupang.

Untuk Level Mahasiswa D3 PMMB Sudah di Iaksanakan di ITS, UDAYANA, IPB, ITB, UGM, Ul, UNDIP dan UMM 

“Semua program Vokasi yang dilaksanakan meliputi bidang, pembangkit tenaga listrik,transmisi tenaga listrik,distribusi tenaga listrik,” katanya. (John da Gomez)