Temuan Mayat Bayi, Polisi Sita Ramuan dan Obat di Kamar Kos Perempuan Flotim

0
5829

KUPANG- Guna mengungkap pelaku pembuangan bayi, polisi menggelandang salah satu penghuni kos guna dimintai keterangan.

Penghuni kos tersebut bernama Yuliana Virginia S. Muda. Ia berasal dari Balaweling II, Solor, Kabupaten Flores Timur.

Kaur Bin Ops Reskrim Kupang Kota, Inspektur dua I Wayan Pasek Sujana mengatakan setelah menjalani pemeriksaan, Yuliana mengakui perbuatannya. Meski demikian, yang bersangkutan belum ditetapkan sebagai tersangka karena masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

BACA JUGA : http://www.diantimur.com/2019/09/08/penemuan-mayat-bayi-polisi-gelandang-perempuan-asal-flores-timur/

Yuliana Muda saat digiring ke mobil usai menjalani proses olah TKP (Foto : Ola Keda/Dian Timur)

Atas pengakuannya, polisi kemudian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menggeledah kamar kos Yuliana. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa ramuan dan obat- obatan dari kamar kos yang ditempati Yuliana.

“Ada ramuan dari daun binahong dan obat bodrex dan paracetamol yang sudah kami amankan,” ujar Wayan usai olah TKP, Minggu, 8 September 2019 malam.

Yuliana diduga sebagai wanita yang membuang bayi berjenis kelamin laki-laki yang menghebohkan warga RT42/RW13, Kelurahan Fatululi, Kota Kupang, sekitar pukul 13.30 Wita. Sebelumnya, oleh warga sekitar, ia diketahui tengah mengandung.

“Kami masih lakukan penyelidikan. Yang bersangkutan juga belum tersangka, karena masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis,” katanya.

Dia mengaku telah memeriksa tiga saksi dalam kasus temuan mayat bayi ini yakni Ketut Satriana yang pertama menemukan jasad bayi itu, paman Yuliana, Kornelis Muda dan Yuliana sendiri.

BACA JUGA : http://www.diantimur.com/2019/09/08/mayat-bayi-dalam-karung-gegerkan-warga-kupang/

Sebelum oleh TKP, Yuliana sudah menjalani pemeriksaan di RSB Titus Uly dan sempat mendapat sejumlah jahitan.

Ketua RT 42, Agustinus Liwu mengatakan Yuliana merupakan alumni salah satu universitas di Kupang. Ia baru saja diwisuda beberapa hari lalu.

“Dia ngekos disini sudah empat tahun. Saat datang, melaporkan diri juga di pihak RT,” ujarnya. (DianTimur/L6)