Aniaya Kekasih, Oknum Polisi di Kupang Dilaporkan

0
1346

KUPANG- Oknum polisi berinisial BN dilaporkan ke Polres Kupang Kota atas dugaan tindakan pidana penganiyayaan kepada YL, warga di Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT. 

Anggota Turjawali Polres Kupang Kota ini dilaporkan dengan bukti laporan polisi bernomor: LP/B/723/VII/2019/SPKT RESOR KUPANG KOTA pada Senin (29/07/2019).

YL menuturkan, penganiayaan itu terjadi pada 25 Juli 2019 sekitar pukul 1.30 di kos milik BN. Saat itu, YL ke kos BN guna menanyakan prihal ancaman dari seorang perempuan yang juga mengaku sebagai kekasih BN. Namun, bukannya, mendapat penjelasan dari lelaki yang ia cintai itu, ia malah dianiaya.

Usai melampiaskan emosinya, BN kemudian kabur meninggalkan YL yang saat itu berdarah. Tak terima diperlakukan demikian, YL langsung menuju Polres Kupang Kota. Di sana, YL diarahkan bertemu dengan Kasat Sabhara, hingga YL dan BN sepakat berdamai dengan membuat surat pernyataan.

“Surat pernyataan itu isinya ada empat point dan ditandatangani di atas materai. Isi dari pernyataan itu diantaranya, BN tidak boleh lagi melakukan kekerasan fisik maupun mental dan diberi waktu 1 bulan untuk mediasi keluarga” ungkap YL kepada wartawan, Selasa (10/9/2019).

Rupanya, surat pernyataan itu tak membuat BN jera. Tiga hari kemudian, ia malah memutuskan YN tanpa alasan jelas. Atas hasil perundingan keluarga, YL kemudian kembali ke Polres mengadukan sikap BN yang dianggapnya telah memberi kekerasan fisik terhadapnya.

Atas saran Propam, YL diarahkan membuat laporan polisi tentang penganiayaan bernomor: LP/B/723/VII/2019/SPKT RESOR KUPANG KOTA pada Senin (29/07/2019).

“Saya langsung divisum di RSB Titus Uly dan besoknya diperiksa PPA,” ujarnya.

Laporan Kedua

YL melanjutkan, beberapa hari kemudian, BN menghubunginya dan meminta untuk bertemu. Dalam pertemuan itu, BN meminta maaf dan meminta YL mencabut laporan polisi.

Permintaan BN itu disetujui YL dengan syarat, BN harus ke rumah untuk meminta maaf ke keluarganya.

“BN tidak mau saat saya kasih dia syarat itu akhirnya saya juga pulang dan hubungan pacaran berlanjut,” imbuhnya.

Laporan kedua terhadap oknum polisi dugaan penganiayaan

Sepekan kemudian, BN kembali berulah. BN tertangkap tangan oleh YL sedang bermesraan dengan seorang wanita di kamar kos di wilayah Bimoku, Kelurahan Lasiana.

Melihat itu, YL pun naik pitam dan sempat berdebat dengan wanita itu. Rupanya BN lebih membela wanita itu dan mendorong YL hingga terluka.

“Karena terluka, saya langsung hubungi Propam, sementara BN langsung kabur karena ketakutan,” ungkapnya.

Atas saran Propam, YL kemudian melayangkan laporan kedua di SPKT Polres Kupang Kota tentang penganiayaan dengan nomor : LP/B/865/IX/2019/SPKT RESOR KOTA KUPANG pada Minggu (01/09/2019).

“Laporan kedua ini juga saya sudah divisum dan dimintai keterangan, tetapi dari laporan pertama dan kedua, saya belum dapat SP2HP dari polisi,” katanya.

Pengacara korban, Dedy Jahapay, SH mengatakan bahwa pihaknya meminta kepolisian untuk tetap melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait perkara ini.

“Saya tetap dampingi korban meminta pihak kepolisian untuk terus diproses, biar ada kepastian hukum bagi korban. Saya yakin penyidik professional,” tandasnya. (DianTimur/L6)