BPR Christa Jaya Kupang Siap Lapor Balik Tersangka Penipuan

0
249

KUPANG – Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Christa Jaya melalui kuasa hukumnya, Samuel Haning akan melapor balik Rachmat alias Rafi, tersangka kasus penipuan dan penggelapan.

Selain Raffi, Christa Jay juga akan melaporkan istrinya Rafi, Sri Wahyuni. Pasalnya, Sri Wahyuni telah membuat laporan polisi terhadap Wilson Liyanto, manager marketing Bank Krista Jaya dengan dugaan pencurian dengan kekerasan dan ancaman dengan kekerasan.

BACA JUGA : http://www.diantimur.com/2019/08/24/akhir-pelarian-pelaku-penipuan-dan-penggelapan-mobil-di-kupang/

Menurut Semuel Haning, laporan yang dibuat istrinya Rafi hanya menghalangi kasus perdata yang sedang dijalani suaminya dengan memberikan alibi-alibi ke polisi yang tidak benar. 

“Sri Wahyuni buat laporan pencurian. Nah pertanyaannya pencurian apa? Orang ambil barang punya mereka kok dibilang pencurian. Itukan aset-aset yang telah di sita karena Rafi tidak mampu membayar piutang ke BPR Christa Jaya,” tegas Haning dalam jumpa pers bersama awak media di Resto Palapa Kupang, Senin (10/9/2019).

Komisaris BPR Christa Jaya Christofel Liyanto (kiri) didampingi kuasa hukumnya, Samuel Haning saat memberi keterangan pers (Foto : Ola Keda/Dian Timur)

Haning mengakui terhadap laporan ini, ada kriminalisasi terhadap kliennya, Christofel Liyanto. Seharusnya, kata Haning, prosedural hukumnya harusnya dimulai dengan penyelidikan.

“Tidak ada klarifikasi tiba-tiba panggilan dengan catatan tindak pidana pencurian,” kesal Haning.

Ia menambahkan, kalau pencurian maka sudah ada putusan pengadilan yang mempunyai hukum tetap.

“Menurut hukum seseorang tidak bisa dipanggil dan memberikan keterangan saksi kalau belum ada putusan pengadilan yang mempunyai hukum tetap,” tandasnya.

Sementara itu komisaris BPR Christa Jaya Christofel Liyanto mengatakan pihaknya sudah bekerja sama dengan Rafi sejak tahun 2014. Total hutang Rafi sekitar Rp 4,5 Miliar.

“Ada kuitansi yang ditanda tangani Rafi bersama istrinya. Uang pinjaman itu digunakan untuk membeli mobil-mobil bekas yang ada di showroom milik Rafi dan BPKPnya diberikan jaminan kepada kami. Termasuk bangun perumahan-perumahan yang dimiliki Rafi semua uangnya dari kami,” ungkap Christofel,” katanya.

BACA JUGA : http://www.diantimur.com/2019/06/18/dugaan-penipuan-bpr-christa-jaya-kupang-dipolisikan-nasabah/

Diakuinya Rafi telah melakukan penipuan bukan hanya pada dirinya saja tetapi juga puluhan orang yang telah membeli mobil tanpa BPKB. Selain BPR Christa Jaya dan Bank NTT, Rafi telah menipu kurang lebih 15 lembaga jasa keuangan yang ada di NTT.

“Kalau mau ditotal sejak dia melarikan diri total hutang kami ke dia Rp 15 miliar. Kemarin pengacaranya dan istrinya ke kantor mau menanyakan berapa sisa hutangnya dan mau membayar. Saya katakan kepada mereka, tidak usah bayar kepada saya tetapi perhatikan dulu orang-orang yang sudah kejar dia karena mereka membeli mobil tanpa BPKB. Ada yang datang menangis-nangis karena mereka beli mobil tidak ada BPKBnya karena BPKBnya ada di saya,” jelasnya.

“Rafi melakukan hal yang sama ini juga pada kurang lebih 15 lembaga jasa keuangan, dia mengajukan kredit tanpa menyerahkan sertifikat sebagai angunan namun hanya menandatangani surat pernyataan akan memberikan sertifikat tapi setelah itu tidak memberikan sertifikat yang dimaksud sampai dia melarikan diri,” sambungnya.

Ketika ditanya kapan akan melapor balik, Christofel mengatakan semuanya itu akan diserahkan kepada kuasa hukum.

“Saya mau lapor dan dia masuk penjara tidak ada untungnya tetapi kalau saya laporkan dia dan uang saya kembali maka saya mau. Sehingga saya ikhlas untuk maafkan dia dan biarkanlah dia menyelesaikan masalahnya dengan orang-orang yang telah dia tipu. Saya memaafkan orang-orang seperti Rafi bisa saja rejeki saya akan lebih banyak bukan memalui dia tetapi bisa saja orang lain,” pungkas Christofel. (DianTimur/L6)