Dugaan Korupsi Penjarangan Mete, Ampera Minta Wabup Flotim Jangan Asal Bicara

0
587

KUPANG- Bantahan Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli terkait laporan dugaan korupsi kegiatan peremajaan, pemangkasan dan penjarangan jambu mete senilai Rp. 5.590.000.000 ditanggapi Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) Flores Timur. 

Ampera meminta Agus Boli dalam kapasitas sebagai pejabat publik tidak asal berbicara tanpa data yang akurat dalam menyampaikan setiap informasi atau penjelasan ke publik.
“Namanya pejabat publik kalau mau bicara jangan asal bunyi,” ujar anggota AMPERA Yeremias Dere Lasan melalui siaran pers yang diterima diantimur, Senin (09/09/2019).

BACA JUGA : http://www.diantimur.com/2019/08/31/bongkar-dugaan-mafia-anggaran-penjarangan-jambu-mete-di-flores-timur/

Tanggapan Ampera ini menanggapi data yang disampaikan Agus Boli terkait total luas lahan pelaksanaan kegiatan penjarangan jambu mete tahun anggaran 2018 yang ditayangkan https://humassetda.florestimurkab.go.id pada Selasa (03/09/2019).

Menurut dia, apa yang disampaikan Agus Boli itu berbeda dengan data pada dokumen Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (ILPPD) Kabupaten Flores Timur tahun 2018.

“Dari penjelasan Wabup Agus Boli output luas lahan 1400 Ha sedangkan pada dokumen ILPPD output luas lahan 808,75 Ha. Ya jelas ILPPD yang valid lah, dokumen tersebut berisi laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah kabupaten Flores Timur selama tahun anggaran 2018. Kami harap ke depannya dalam kapasitas sebagai pejabat publik tidak asal bunyi tanpa data yang akurat dalam menyampaikan setiap informasi atau penjelasan ke publik atas suatu hal yang telah menjadi case, sehingga tidak terjadi bias informasi di tengah masyarakat” kritik Ampera.

BACA JUGA : http://www.diantimur.com/2019/08/29/dugaan-korupsi-proyek-air-ile-boleng-ampera-desak-kejati-ntt-periksa-tapd-dan-banggar-dprd-flotim/

Dalam ILPPD Kabupaten Flores Timur 2018 yang ditandatangani Bupati Anton H. Gege Hadjon, menginformasikan salah satu kegiatan pada Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan yakni terlaksananya perluasan pemangkasan dan penjarangan jambu mete seluas 808,75 Ha yang berlokasi di 5 Kecamatan 35 Desa yaitu, Kecamatan Titehena, Kecamatan Ile Mandiri, Kecamatan Lewolema, Kecamatan Demon Pagong dan Kecamatan Tanjung Bunga.

“Ini tidak akurat, pasalnya total luas lahan penjarangan Jambu Mete 1.400 Ha sebagaimana disampaikan  Wabup Agus Boli berbeda dengan data pada dokumen Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (ILPPD) Kab. Flores Timur tahun 2018” bebernya.

BACA JUGA : http://www.diantimur.com/2019/09/05/dugaan-korupsi-air-ile-boleng-dan-penjarangan-mete-wabup-flotim-bantah-laporan-ampera/

Ampera Flores Timur mengendus dugaan korupsi dalam proses penganggaran Kegiatan Peremajaan, Pemangkasan dan Penjarangan Jambu Mete senilai Rp. 5.590.000.000 dalam APBD Kabupaten Flores Timur Tahun 2018.

Anggaran tersebut dimasukan  pada rapat Penyempurnaan Hasil Evaluasi Ranperda APBD  Kabupaten Flotim Tahun 2018, yang mana pada tahap pembahasan kegiatan tersebut senilai Rp. 972 juta tidak mendapat persetujuan bersama justru mengalami peningkatan secara drastis menjadi Rp. 5,5 Miliyar.

Dugaan korupsi tersebut telah dilaporkan AMPERA ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT pada tanggal 29 Agustus 2019. (DianTimur)