Jasad Bayi yang Dicekik Ibunya Diautopsi

0
1723

Kanit PPA Sat Reskrim Polres Kupang Kota Bripka Brigitha Usfinit saat menyerahkan jenazah bayi ke keluarga untuk dimakamkan (Foto : ILO)

KUPANG- Guna mengungkap penyebab kematian, penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Kupang Kota mengautopsi jasad bayi yang dibuang ibunya, Yuliana Virginia Muda (24).

Autopsi dilakukan di  ruang jenasah rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang,  Kamis (12/9/2019).Otopsi dilakukan dr Tuty Purwanti, SpF dari Pusdokkes Polri dibantu tim medis Bid Dokkes Polda Nusa Tenggara Timur dan Rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang disaksikan Kanit PPA Sat Reskrim Polres Kupang Kota Bripka Brigitha Usfinit.

BACA JUGA : http://www.diantimur.com/2019/09/10/cinta-terlarang-motif-yuliana-muda-cekik-bayinya-hingga-tewas/

Autopsi berlangsung 45 menit. Kerabat dekat tersangka, Yohanes Juang Muda (55) juga hadir dan menandatangani berita acara proses otopsi. Usai diautopsi, jenasah bayi langsung dibawa keluarga ke TPU Liliba Kecamatan Oebobo Kota Kupang untuk dimakamkan.

“Biasanya sampai satu minggu baru hasil autopsi diketahui,” ujar Kasat Reskrim Polres Kupang Kota,” Iptu Bobby Mooy Nafi kepada wartawan, Kamis (12/9/2019).

Kanit PPA Sat Reskrim Polres Kupang Kota Bripka Brigitha Usfinit saat menyerahkan jenazah bayi ke keluarga untuk dimakamkan (Foto : ILO)

Hasil autopsi, kata Bobby, akan menjadi petunjuk polisi guna mengungkap dugaan keterlibatan pihak lain.

“Ibu bayi masih dalam tahap pemulihan. Jika sudah sehat akan kita periksa sebagai tersangka,” katanya.

BACA JUGA : http://www.diantimur.com/2019/09/09/polisi-tetapkan-yvsm-jadi-tersangka-pembuangan-bayi/

Tersangka dijerat pasal  81 ayat (2) jo pasal 82 ayat (1) Undang-Undang RI nomor 17 tahun 2016 jo undang-undang nomor  35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang undang nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman diatas 7 tahun penjara.

Sebelumnya, Yuliana diketahui melahirkan bayinya pada, 27 Agustus 2019 di kamar mandi. Karena tak mau menanggung malu, bayi malang itu kemudian dicekiknya hingga tewas. 

“Bayinya dicekik lalu diisi di karung,” ujar KBO Reskrim Polres Kupang Kota, Ipda I Wayan Pasek Sujana.

Saat jasad bayinya ditemukan dan menjadi tontonan warga, dirinya sempat berada di kerumunan bahkan menyaksikan saat jasad bayi dievakuasi petugas. (DianTimur/L6)