Korupsi Dana Desa, Kades Hoi Divonis 2 Tahun Penjara

0
324

Kuasa Hukum LBH Surya NTT, Herry F.F Battileo, SH, MH mendampingi kliennya saat sidang vonis di pengadilan Tipikor Kupang (Foto : Ola Keda)

KUPANG- Perkara korupsi dana desa Hoi, Kabupaten Timor Tengah Selatan yang menyeret tiga terdakwa masing-masing kepala desa (Kades) Hoi, Edinus Tuke, Yustus M. Nao selaku bendahara desa dan Elias Nome ketua TPK desa Hoi memasuki tahap akhir sidang putusan pengadilan.

Sidang dipimpin ketua majelis hakim Fransiska D.P Nino didampingi anggota majelis hakim Ali Muhtarom dan Ibnu Kholik di pengadilan Tipikor Kupang, Kamis, (12/09/2019). Hadir pulaJPU Kajari TTS, Semuel Otniel Sine dan Kuasa Hukum terdakwa dari LBH Surya NTT Herry F.F Battileo, SH. MH dan Tesar Haba.

Dalam amar putusannya hakim menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara bagi kepala desa Hoi Edinus Tuke ditambah pengembalian uang negara sebesar 20 juta rupiah dan pengembalian 1 unit sepeda motor milik Edinus Tuke yang disita sebelumnya kepada yang bersangkutan. Sedangkan bagi bendahara desa Hoi Yustus M. Nao dan Ketua TPK Elias Nome masing-masing dijatuhi 1 tahun penjara.

Kuasa Hukum LBH Surya NTT, Herry F.F Battileo, SH, MH bersama klienny usai menjalani sidang vonis (Foto : Ola Keda)

Vonis bagi ketiga terdakwa ini jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut kepala desa Hoi 6 tahun, bendahara dan ketua TPK 4 tahun pidana kurungan. Dalam putusan pengadilan ini juga hakim masih memberi kesempatan kepada para pihak untuk melakukan upaya hukum banding dalam jangka waktu tujuh hari.

Kuasa Hukum LBH Surya NTT, Herry F.F Battileo, SH, MH yang mengatakan, vonis pengadilan yang dijatuhkan kepada kliennya sudah sesuai fakta persidangan yang didukung semua bukti dan keterangan saksi.

Pihaknya sudah berupaya secara maksimal dengan menunjukan profesionalisme kinerja. Selama proses persidangan berlangsung kliennya juga tidak berbelit dan berprilaku sopan, sehingga sidang dapat berjalan dengan lancar. (DianTimur)