Target Penjarangan Jambu Mete Inkonsisten dengan RPJMD Flotim

0
136

LARANTUKA- Hasil analisis Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) Flores Timur terhadap dokumen perencanaan seperti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Flores Timur, dokumen penganggaran dan dokumen Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (ILPPD) Flores Timur tahun 2018, menemukan adanya inkonsistensi pelaksanaannya dengan target dalam RPJMD.

“Hasil kegiatan penjarangan jambu mete yang dijelaskan oleh Wabup Agus Boli ialah soal luas lahan (Ha), hal tersebut inkonsisten dengan target program peningkatan produksi tanaman perkebunan dalam RPJMD yakni jumlah produksi tanaman perkebunan (kg-ton),” ujar anggota AMPERA Flores Timur, Leonardus Geko kepada wartawan, Rabu (11/09/2019) di Kupang.

BACA JUGA : http://www.diantimur.com/2019/09/10/dugaan-korupsi-penjarangan-mete-ampera-minta-wabup-flotim-jangan-asal-bicara/

Kegiatan Peremajaan, Pemangkasan dan Penjarangan Jambu Mete merupakan salah satu turunan dari Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan pada Urusan Pilihan Pertanian, yang secara teknis dikelola oleh Dinas Pertanian Flores Timur.

Dalam RPJMD Flores Timur, target Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan ialah jumlah produksi perekebunan jambu mete, namun dalam ILPPD tahun 2018 menyajikan terlaksananya perluasan pemangkasan dan penjarangan jambu mete seluas 808,75 Ha.

Produksi dalam pertanian adalah hasil dari keseluruhan atau jumlah total lahan pertanian yang dipanen, sedangkan produktivitas dalam pertanian adalah hasil persatuan atau satu lahan yang panen dari seluruh luas lahan yang dipanen.

“Kegiatan penjarangan jambu mete sebagai penjabaran dari program peningkatan produksi ya bukan produktivitas, semestinya menggambarkan  target peningkatan jumlah hasil produksi bukannya pada luas lahan. Hal ini mengkonfirmasi ketidakjelasan perencanaan Dinas Pertanian Flores Timur yang dipeetontonkan pada rapat Gabungan Komisi DPRD tanggal 29 November 2017,” katanya.

BACA JUGA : http://www.diantimur.com/2019/08/31/bongkar-dugaan-mafia-anggaran-penjarangan-jambu-mete-di-flores-timur/

Dalam Rancangan APBD Kabupaten Flores Timur Tahun 2018, program tersebut mengalami penyesuaian dari Rp. 1.734.310.850 menjadi Rp. 1.583.975.000. Untuk Peremajaan, Pemangkasan dan Penjarangan Jambu Mete  senilai Rp. 972.089.500 tidak mendapat persetujuan dalam Rapat Gabungan Komisi DPRD Flores Timur oleh karena kesalahan perncanaan dari Dinas Pertanian.

Pada tahap pembahasan anggaran Dinas Pertanian, anggaran untuk kegiatan penjarangan mete senilai Rp. 972 juta didrop  karena kesalahan perencanaan sebagaimana diakui oleh Kepala Dinas Pertanian Anton Wukak Sogen.

Kemudian pada tahap penyerasian tingkat gabungan komisi, persetujuan bersama Rancangan APBD Flotim Tahun 2018 dan Evaluasi Ranperda APBDFlores Timur Tahun 2018 ke Gubernur NTT, kegiatan tersebut tidak terakomodir dalam RAPBD Kab. Flotim tahun 2018. 

“Pada tanggal 22 Desember 2017, Rapat Penyempurnaan Hasil Evaluasi Ranperda APBD  Kab. Flotim Tahun 2018, Badan Anggaran DPRD Kab. Flores Timur dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD)  Kab. Flotim memasukan kembali Kegiatan Peremajaan, Pemangkasan dan Penjarangan Jambu Mete senilai Rp. 5.590.000.000 dalam APBD Kab. Flores Timur Tahun 2018” beber Leonardus. (DianTimur/L6)