Ada Dugaan Gratifikasi Proyek Pemasangan Jaringan Listrik di PLN Rayon Oesao

0
416

Foto : Pananggungjawab pemantau tingkat provinsi NTT, LPPN RI, NTT, Wahidin Bethan (kiri) bersama anggota LPPN RI, NTT, Sebastianus Daton saat mendatangi kantor PLN Rayon Oesao, Rabu 25 September 2019

KUPANG– Proyek pemasangan jaringan listrik oleh PLN Rayon Oesao di Kecamatan Amfoang Barat Laut dan Amfoang Barat Daya, Kabupaten Kupang, NTT beraroma KKN. 
Pasalnya, dalam proses sosialisasi pemasangan listrik, manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) Oesao, Nithanel Purba membawa pihak ketiga PT Alinka Utama Karya dan tenaga outsourcing PLN Oesao.

“Hal ini melanggar fakta integritas pegawai PLN, indikasi adanya gratifikasi karena PT Alinka Utama Karya ini pemenang tender jaringan listrik di wilayah itu,” ungkap penanggungjawab pemantau tingkat provinsi NTT, Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara (LPPN) RI Wahidin Bethan kepada wartawan, Rabu (25/9/2019).

Ia mengatakan, kelakuan manager ULP Oesao itu terungkap saat LPPN RI melakukan investigasi lapangan.

Selain ada dugaan gratifikasi, ada dugaan penjualan KWH meter ke warga oleh pegawai PLN Oesao, Leksi Thomas yang juga tenaga sourcing Oepoli.

“Ibaratnya seperti menjual kue. Juga Manager Rayon Oesao, melegalkan bahkan melindungi tenaga outsourcing, tenaga paguntaka cahaya nusantara (PCN) Naekeli dan Oepoli untuk memasang instalasi dan penarikan SR serta pasang KWH meter di dua kecamatan yaitu Amfoang Barat Laut dan Amfoang Barat Daya dan menerima uang BP (biaya penyambung),” jelasnya.

Sementara itu, anggota LPPN RI NTT, Sebastianus Daton mengatakan, sesuai hasil temuan di lapangan, instalasi yang dipasang oleh vendor dalam hal ini PT Duta Tenaga Teknik dan PT Maraven Putra Teknik dipersulit oleh staf PLN Oesao. Sehingga mempersulit masyarakat untuk mengatut BP (biaya penyambungan) meteran.

Lebih diperparah lagi, ada 23 KWH yang sudah direalisasi dalam hal ini PT Duta Terang Teknik sudah mangatur BP sejak bulan Juli, namun sampai sekarang belum terpasang oleh PT Anlika selaku pemenang tender penarikan SR dan pasang meteran.

“Instalasi yang dipasang oleh petugas PCN atas nama Leksi Thoma sudah terpasang, balikan menyebar berita hoax bahwa yang terpasang oleh PT tidak akan menyala. Hal ini membuat resah dan kegaduhan di masyarakat,” tegas Daton.

Ia menambahkan, strom awal untuk pelanggan baru di Amfoang berdasarkan hasil investigasi adalah sebesar Rp 500.000 yang terakumulasi dalam jumlah pembayaran BP. Hal ini sangat tidak masuk akal karena tidak sesuai dengan fisik lapangan.

Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) Oesao, Nithanel Purba hingga kini belum berhasil dikonfirmasi. Informasi yang dihimpun dari staf PLN Oesao, Nithanel  dipindahkan sebagai kepala PLN di Sumba Timur. (DianTimur)