Kejati NTT Bentuk Timsus Ungkap Dugaan Korupsi Proyek Air dan Penjarangan Mete di Flotim

0
607

Aktivis Ampera Flotim pose bersama Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT Abdul Hakim saat menyambangi Kejati NTT (Foto : istimewa)

KUPANG– Laporan Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) Flores Timur terkait dugaan tindak pidana korupsi proyek air ile boleng dan penjarangan jambu mete di Kabupaten Flores Timur ditanggapi serius Kejaksaan Tinggi NTT.

Saat ini, Kejati NTT sudah membentuk tim khusus (timsus) yang akan diturunkan ke Flotim guna mengungkap kasus itu.
Pembentukan timsus ini dinyatakan Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim saat disambangi aktivis Ampera di Kantor Kejati NTT, Rabu (2/10/2019).

Ampera Flotim juga dijadwalkan akan beraudiens dengan Kajati NTT dalam waktu dekat untuk menyampaikan data dan informasi tambahan terkait laporan dugaan tindak pidana korupsi air ile boleng dan penjarangan jambu mete.

“Kami dijadwalkan beraudiensi langsung dengan Kepala Kejati NTT untuk menyampaikan bukti baru terkait laporan kedua kasus itu” ujar pentolan Ampera, Yeremias Dere Lasan kepada wartawan, Kamis (3/10/2019).

Ia mengatakan, laporan dugaan tindak pidana korupsi air ile boleng dan penjarangan jambu mete yang dilaporkan Ampera Flotim 29 Agustus 2019 lalu menjadi kasus proritas yang ditindak lanjuti Kejati NTT. (DianTimur)