Proyek PT Nindya Karya di Perbatasan Motamasin Bermasalah

0
112

KUPANG– Pekerjaan lanjutan pembangunan fasilitas penunjang di pintu perbatasan Motamasin di Kabupaten Malaka, NTT oleh PT Nindya Karya (Persero) diduga kuat menggunakan galian C tanpa ijin alias ilegal.

Pasalnya, material yang digunakan oleh PT Nindya Karya selaku kontraktor pelaksana, menggunakan material galian C bukan dari lokasi milik perusahaan yang memiliki ijin galian c dari pemerintah Kabupaten Malaka.
Dugaan penggunaan material galian C ini mencuat setelah perusahaan BUMN milik Negara itu tidak melibatkan pengusaha lokal dalam mengeerjakan proyek itu.

Proyek pembangunan asrama (Mes) Pegawai Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) senilai Rp 93 milyar lebih yang bersumber dari dana APBN 2019 ini selain menuai masalah penggunaan material galian C ilegal, juga masalah tanah stadion Kobalima yang masih berstatus tanah ulayat dan masalah basecamp yang belum di miliki proyek.

“Sebagai orang lokal yang punya armada di kampung sini, kita tidak dilibatkan dalam proyek ini,” ujar salah seorang warga di Dusun Motamasin, Desa Alas Selatan, Kecamatan kobalima, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) saat dihubungi media ini pada Rabu, 09/10/2019 yang enggan untuk disebutkan namanya.

Dikatakan, sebelumnya pada pekerjaan tahap pertama dan kedua perusahaan ini melibatkan warga lokal meski hanya sebagai pekerja harian dan pemasuk material. Namun, dalam proyek tahap ketiga, warga lokal tidak dilibatkn lagi.

Warga mengaku, penggunaan material di lokasi proyek tidak diambil dari lokasi yang memiliki ijin seperti yang dipakai sebelumnya oleh proyek.

“Proyek tahap ke tiga ini tidak tahu mereka pakai suplayer material galian C dari perusahaan mana dan ambil di lokasi yang mana kami tidak tahu,” katanya.

Warga berharap Pt. NK sebagai perusahaan milik negara yang membangun di kawasan perbatasan dapat menggunakan material yang berijin sehingga memberikan pendapatan bagi negara.

Sementara itu, Kepala proyek PT. Nindya Karya di pintu Perbatasan Motamasin, Dony Prasetyo Kusuma mengatakan, soal galian C, pihaknya sudah mengkonfirmasi pihak suplier sebelumnya.

“Kalau bisa bertemu dilapangan biar dijelaskan,” katanya. (DianTimur)