Kasus Korupsi NTT Fair, Kajati Dituding Lindungi Lebu Raya dan Ben Polomain

0
377

Foto : Araksi saat melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Kejati NTT (foto : Redem Lakat)

KUPANG– Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Pathor Rahman dituding melindungi mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung pameran NTT Fair Tahun 2018 senilai Rp29 miliar.

Pasalnya, dalam keterangan tiga saksi menyebutkan bahwa Frans Lebu Raya dan Sekda NTT, Ben Polomain telah menerima fee dalam proyek NTT Fair tahun 2018.

Hal ini disampaikan Ketua Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Araksi) NTT, Afred Baun  ketika berorasi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, Kamis (10/10/2019).

Menurut Alfred, kasus ini sudah terang-terangan menyebutkan bahwa mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dan Sekda NTT menerima fee dalam proyek tersebut, sehingga perlu ditindak lanjuti.

Koordinator Lapangan (Korlap), Hasnu Ibrahim menuding penyidik Kejati NTT turut bermain dalam kasus dugaan korupsi NTT Fair sehingga Frans Lebu Raya dan Ben Polomaing tidak tersentuh.

Diduga kuat, kata Ibrahim, ada tekanan-tekanan politik dari para elite politik dalam kasus dugaan korupsi itu sehingga Kejati NTT tidak berani menetapkan mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dan Sekda NTT, Ben Polomaing sebagai tersangka.

“Kami duga bahwa mulai dari penyidik, Kajati, Wakajati, As Pidsus turut bermain dan kemasukan angin bahkan ada tekanan politik dari elit politik sehingga Frans Lebu Raya dan Ben Polomaing dilindungi,” kata Ibrahim. (DianTimur)