Dugaan Penyerobotan Tanah, Marthen Konay Dipolisikan

0
427

Foto : Samin Taka didampingi timnKuasa hukum, Tommy Michael Dirgantara Jacob, S.H dan Bildad Maurits Thonak, S.H

KUPANG- Marthen Kony alias Teny Konay dilaporkan ke polisi karena diduga melakukan penyerobotan tanah milik, Samin Taka seluas 950 m2 di RT 13 RW 03, Kelurahan Lasiana, Kota Kupang.

Marthen dipolisikan Samin Taja pada 9 Oktober 2019 dengan nomor: LP/B/354/X/2019/Sektor Kelapa Lima.

Kuasa hukum, Tommy Michael Dirgantara Jacob, S.H mengatakan, tanah milik kliennya itu sudah dikuasainya sejak tahun 1997 dengan surat ukur nomor : 2649/1996 dan sudah Bersertifikat Hak Milik (SHM) dengan nomor : 818.

Namun pada Rabu 28 Agustus 2019, saat datang ke lokasi, ternyata di atas tanah miliknya itu sudah ada material bahan bangunan. Bahkan, pohon-pohon yang ada di atas lokasi tanah sudah ditebang.

“Saat dicek ternyata yang melakukan penebangan pohon tersebut, ternyata diketahui pemilik material bahan bangunan adalah Yupiter Selan. Katanya Yupiter Selan sudah membeli tanah tersebut dari Marthen Konay,” jelas Tommy kepada wartawan, Kamis (10/10/2019).

Butki Laporan Polisi

Atas pengaduan Samin, tim kuasa hukum lantas membuat laporan polisi di Polsek Kelapa Lima atas tindakanbpenyerobotan tanah dan pengrusakan tanaman.

Tim kuasa hukum, Bildad Maurits Thonak, S.H menambahkan, apa yang dilakukan Marthen Konay merupakan bentuk perampasan tanah milik orang lain. Dokumen-dokumen tanah yang dimiliki Marthen Konay, kata dia, patut diteliti kembali. 

“Polisi harus segera menangkap orang ini karena sudah merugikan banyak orang termasuk klien kami,” tegas Bildad.

Ia meminta kepada Walikota Kupang, Camat dan Lurah harus mengakomodir persoalan ini dan selektif membuat pelepasan hak. Pasalnya, Lurah dan Camat masih membuat dan menandatangani pelepasan hak meskipun tanah tersebut sudah bersertifikat.

Sementara itu, Kapolsek Kelapa Lima, AKP Andri Setiawan membenarkan laporan tersebut.

“Iya benar kami menerima laporan dari pelapor, Samin Hendrik Taka dan terlapor Marthen Konay alias Teni Konay terkait penyerobotan tanah,” katanya. (DianTimur)