Wali Kota Kupang Raih Penghargaan dari Kemenag RI

0
28

Foto : Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore saat menerima penghargaan

KUPANG- Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore menerima piagam penghargaan dari Kementerian Agama Republik Indonesia atas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan agama dan keagamaan di Kota Kupang.

Piagam tersebut ditandatangani dan diserahkan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) H. Fachrul Razi pada acara malam tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti ke-74 Kementerian Agama Republik Indonesia tahun 2020, Kamis (16/1/2020) di Auditorium H. M. Rasjidi Gedung Kementerian Agama Republik Indonesia, Jl. MH. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat.

Menteri Agama Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) H. Fachrul Razi mengatakan, penghargaan itu karena wali kota Kupang telah menghibahkan tanah seluas 942m² untuk pembangunan rumah atau tempat ibadah bagi umat Buddha di Kota Kupang.

“Padahal wali kota agamanya bukan Buddha. Hal ini sangat kami hargai, bukan tentang angkanya namun adanya kepedulian,” katanya.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore mengatakan penghargaan itu menjadi kebanggaan pemerintah dan masyarakat Kota Kupang sebagai bukti kepedulian pemerintah daerah terhadap kebebasan umat beragama di Kota Kupang tanpa membeda-bedakan agama atau suku manapun.

“Saya bersyukur dan bangga telah menerima piagam penghargaan ini. Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Kupang, saya sampaikan terima kasih kepada menteri agama atas piagam penghargaan yang telah dianugerahkan kepada kami. Ini merupakan keberhasilan kita semua. Pemerintah dan masyarakat selama ini bahu membahu dalam menjaga serta melestarikan kerukunan dan keharmonisan hidup antar umat beragama di Kota Kupang,” ujar Jefri.

Ia mengatakan, sesuai visi misi yakni membangun Kota Kupang sebagai rumah besar persaudaraan dan kerukunan lintas sara, pemerintah terus berusaha menciptakan serta melestarikan keharmonisan kehidupan antar umat beragama dengan menjamin dan memfasilitasi kebebasan beribadah umat beragama di Kota Kupang.

Berbagai kegiatan lintas keagamaan yang telah difasilitasi pemerintah Kota Kupang antara lain, perayaan natal bersama masyarakat kurang mampu, kegiatan orang muda katolik, lomba Pesparani tingkat Kota Kupang, pelaksanaan pawai ogoh-ogoh dalam rangka perayaan hari raya Nyepi umat Hindu di Kota Kupang dan masih banyak kegiatan lainnya.

Sedangkan, dalam bidang pendidikan agama, tahun 2019 Pemerintah Kota Kupang menetapkan sebanyak 16 formasi jabatan guru agama dalam seleksi CPNS tahun 2019 yang terdiri dari 1 formasi guru agama hindu, 5 guru agama islam, 4 guru agama katolik dan 6 guru agama protestan.

Kampung Kerukunan

September 2019 lalu, Wali Kota Kupang meresmikan Kelurahan Fatubesi sebagai kampung kerukunan di Kota Kupang yang digagas oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kupang dan mendapat dukungan dari kementerian agama.

Menurut dia, adanya kampung kerukunan tersebut merupakan cerminan dan indikasi sekaligus harapan bahwa kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama di Kota Kupang tetap terjaga serta terjalin baik meskipun masyarakatnya majemuk dan terdiri dari beragam suku, agama dan ras.

Tahun 2018, Kota Kupang masuk dalam 10 besar sebagai kota dengan skor indeks toleransi tertinggi berdasarkan survey indeks kota toleran dari 94 kota seluruh Indonesia yang dilaksanakan oleh setara institute. Komposisi penduduk menjadi salah satu parameter dalam mengukur indikator toleransi karena berkenan dengan tingkat kompleksitas tata kelola keragaman di kota.

“Empat variabel sebagai alat ukur dalam survey tersebut antara lain regulasi pemerintah, tindakan pemerintah, regulasi sosial dan demografi agama,” tandasnya. (Dian)