Serikat Nelayan Flotim Resmi Dibentuk

0
46


ADONARA– Kelompok nelayan di Kabupaten Flores Timur menggelar deklarasi sekaligus pelantikan pengurus pelaksana Serikat Nelayan Indonesia (SNI) Cabang Kabupaten Flores Timur, Sabtu, 18 Januari 2020 di Desa Lamahala Jaya, Kecamatan Adonara Timur.

Agenda ini dirangkaikan dengan dialog antara Pemda dengan nelayan yang bertemakan paradigma kebijakan berbasis kultur dengan orientasi kesejahteraan nelayan.

Deklarasi dan pelantikan ini diikuti oleh perwakilan nelayan dari beberapa kecamatan di Flores Timur, antara lain Kecamatan Adonara, Solor Timur, Larantuka, Adonara Timur, dan Ile Boleng, serta perwakilan pengurus SNI Cabang Kabupaten Ende.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Flores Timur, Petrus Pedo Naran mengapresiasi pemuda dan nelayan yang telah menginisiasi terbentuknya cabang organisasi nelayan nasional di kabupaten Flores Timur.

Harapannya, dengan keberadaan organisasi itu, nelayan bersama pemerintah membangun sektor kelautan dan perikanan untuk kesejahteraan masyarakat daerah.
“Pemerintah sangat membutuhkan peran dan dukungan masyarakat untuk menyusun dan melaksanakan kebijakannya,” ujarnya. 

Sekretaris Jenderal SNI, Budi Laksana meminta semangat dan kebanggaan menjadi nelayan dan keluarga nelayan tidak boleh luntur oleh karena perkembangan jaman atau suatu kondisi yang sulit bagi pekerjaan nelayan. Karena, menjadi nelayan adalah pekerjaan mulia.

“Generasi muda harus bangga dengan pekerjaan orangtua sebanga nelayan,” katanya.

Sementara itu, Ketua umum SNI Flores Timur, Wawan Abdulah Goran mengatakan, pekerjaan sebagai nelayan bagi masyarakat Flores Timur bukan hanya urusan ekonomi, tetapi juga sebagai identitas luhur sebagai masyarakat Lamaholot. Sehingga keberadaan nelayan jangan hanya dipandang dari aspek ekonomi saja, namun lebih dari itu adalah aset luhur yang harus dirawat dan dibina.

Menurut dia, persoalan yang dirasakan oleh nelayan saat ini diantaranya, keluhan mengenai pengurusan dokumen, patroli dari oknum aparat yang terkesan menakuti nelayan dan masalah monopoli harga pasar ikan oleh oknum dari kelompok tertentu, diakibatkan kurangnya ruang diskusi atau komunikasi antar nelayan dan pemerintah baik pada tingkat daerah maupun pusat. Ruang itu, kata Wawan, hanya dapat diwujudkan secara efektif jika semua komponen kekuatan nelayan terorganisir secara baik dalam suatu organisasi berbasis nelayan.

Berikut struktur pengurus pelaksana SNI Cabang Flores Timur : 
Ketua Umum, Wawan Abdullah Goran, Wakil Ketua, Umar HamidSekretaris Umum, Mansur YaniBendahara Umum, Simat IrwanKabid Internal, Firman TokanKabid Humas, Aklan LewarKabid Pemberdayaan, Abdullah Goran Tokan.Kabid Infokom, Hasan Usman. (Dian/Kumparan)