oleh

Dinilai Lecehkan DPRD, Demokrat-PKB Desak Gubernur NTT Minta Maaf 

Kupang– Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat untuk menyampaikan permohonan maaf secara kelembagaan kepada DPRD NTT.

Laiskodat diminta segera meminta maaf terkait sikapnya “menegur” anggota DPRD dalam sidang paripurna beberapa waktu lalu. Sikap gubernur itu dinilai melecehkan anggota DPRD secara pribadi juga lembaga.

“Tindakan ‘menegur’ anggota DPRD NTT, dari Fraksi PKB, Noviyanto Umbu Pati Lende yang tidak pada tempatnya di forum paripurna seperti ini bukan saja tidak lazim dan melecehkan anggota DPRD secara pribadi tetapi melecehkan lembaga ini. Dan, sepantasnya bapak gubernur harus minta maaf,” ujar Juru Bicara Fraksi Partai Demokrat, Leonardus Lelo dalam sidang paripurna penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD NTT terhadap nota keuangan atas Rancangan Perubahan APBD Provinsi NTT 2018, Rabu (19/9/2018).

Dia mengatakan, sikap kritis Fraksi Partai Demokrat, diharapkan tidak dipandang sebagai upaya menjatuhkan bahkan merendahkan derajat kepemimpinan Gubernur maupun Wakil Gubernur dan jajaran.

Juru Bicara Fraksi PKB, Yohanes Rumat mengatakan, PKB meminta Gubernur NTT Viktor Laiskodat meminta maaf secara kelembagaan tanpa ada hal tendensius. Hal itu, kata Rumat, hanya ingin menjaga hubungan baik eksekutif dan legislatif.

“Ini soal dinamika yang terjadi saat sidang dan itu normatif. Hubungan baik harus tetap dijaga agar di mata masyarakat kita tidak disebut hanya merebut kekuasaan,” katanya.

Jika  desakan permintaan maaf tidak diindahkan gubernur NTT, Rumat mengatakan, akan dikembalikan ke rakyat.

“Kita serahkan kembali pada rakyat yang menilai, siapa yang tabrak aturan siapa yang taat asas, karena Tatib sudah mengatur kita semua exekutif dan DPRD, kecuali rakyat yang tidak paham UUD dan peraturan lainnya, itu sudah baku,” imbuh Rumat. (L6/OK)

 

loading...