oleh

Diduga Aniaya Warga, Seorang Pastor di Kupang Dipolisikan

KUPANG-Seorang pastor di 
Desa Netemnanu Selatan, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, NTT berinisial, FXP dilaporkan ke polisi karena diduga menganiaya, Derven Suni (38) warga RT 003 RW 001 RT 003 RW 001, Desa Netemnanu hingga sekarat.

FXP dilaporkan ke Polres Kupang dengan nomor laporan: STPL/D/289/VII/2019/NTT/POLRESKUPANG pada Sabtu, 27 Juli 2019. Aksi main hakim sendiri pastor paroki itu terjadi pada Selasa, 9 Juli 2019 malam.

http://www.diantimur.com/2019/07/29/duel-maut-3-lawan-1-di-sikka-1-tewas/

Korban, Derven Suni menuturkan kejadian itu berawal dari beberapa ekor ternak sapi milik warga setempat, Laus Manue masuk ke halaman gereja. Karena merusak tanaman gereja, beberapa penjaga pastoran mengejar dan melempari sapi-sapi tersebut. Melihat aksi pelemparan sapi tersebut, korban berusaha menegur mereka.

“Saya tegur yang namannya, Yosep Fallo. Saat itu saya tendang bambu yang dia pegang dan terkena mukanya. Tetapi saat itu saya langsung minta maaf,” tuturnya melalui rilis yang diterima media ini, Jumat (2/8/2019). 

Aksi Derven itu ternyata sampai ke telinga FXP. Minggu, 9 Juli 2019, tiba- tiba ia dijemput oleh FXP menuju rumah pastoran.
Setelah tiba di pastoran, korban langsung dianiaya hingga terjatuh.

Korban kemudian disuruh masuk ke lopo dan terus dianiaya oleh FXP. Tak puas menggunakan tangan kosong, FXP mengambil kayu dan menganiaya korban.

Pelaku yang juga pastor paroki di wilayah itu lalu mengambil pisau dan memotong telinga korban hingga nyaris putus. Pelaku juga menyulut tubuh korban dengan api rokok. Tak sampai di situ saja, pelaku kemudian mengambil sebotol minuman keras lokal (sopi) dan memaksa korban untuk minum. Karena menolak minum, minuman tersebut disiramnya ke tubuh korban.

“Saat siram saya dengan minuman, ia sempat bilang, saya baptis ulang kamu. Saya ditendang dan jatuh. Saat terjatuh dia paksa buka mulut saya dan ia membuang ludahnya ke mulut saya,” ujarnya.

http://www.diantimur.com/2019/07/31/jeritan-pelajar-smp-di-kamar-kos-ungkap-aksi-bejat-ayah-tiri-di-kupang/

Setelah puas, korban disuruh pulang dengan kondisi penuh luka. Tak terima diperlakukan demikian, keluarga korban kemudian membuat laporan polisi ke Polres Kupang.

Kasat Reskrim Polres Kupang, Iptu Ebed Amalo membenarkan kejadian itu. Ia mengaku kasus itu sudah dilaporkan ke Polres Kupang.
“Sudah dilaporkan dan sementara dalam proses. Terlapornya romo,” ujarnya. (DIAN/L6)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.