oleh

Proyek Air Bersih Ile Boleng Mulai Dikerjakan, Agus Boli : Ini bukti tanggungjawab Pemda

LARANTUKA– Setelah melalui perjuangan panjang akhirnya bak induk proyek air bersih Ile Boleng mulai dikerjakan, Jumad 23 Agustus 2019.

Pengerjaan itu  didahului dengan seremoni adat yang dihadiri komponen Pemda, tokoh masyarakat Horowura, Hokohorewura, Ileboleng dan ratusan warga. Seremoni itu diakhiri dengan makan bersama secara adat.

Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli mengatakan, mata air untuk masyarakat Ile Boleng itu terletak di kawasan Ile Sebur berjarak sekitar 9 KM dari desa Hokohorewura.

“Secara teknis akan di lakukan adendum perencanaannya,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (24/8/2019).

BACA JUGA : https://www.diantimur.com/2019/02/27/agus-boli-gedung-dprd-flotim-tetap-dibangun-lokasinya-sudah-sesuai-perda/

“Debit air diperkirakan 20 liter/detik tetapi akan bertambah jika kanal-kanal air pada sumber mata air sekitar akan digabung,” sambungnya.

Dengan dimulainya pengerjaan mata air, menurut dia, tugas pemda Flotim untuk membantu masyarakat Kecamatan Ile Boleng mulai dilaksanakan dan berlanjut hingga penyelesaian di tahun mendatang akibat perubahan peta lokasi mata air dan adendum perencanaan.

“Intinya mata air sudah ada dan melegakan Pemda. Pak bupati dan saya bertanggungjawab akan pemenuhan kebutuhan masyarakat akan air bersih,” katanya 

Ia mengisahkan upaya Pemda Flotim hingga mendapat mata air untuk warga Kecamatan Ile Boleng penuh kesulitan dan tantangan. Tiga lokasi mata air terdahulu batal karena mendapat penolakan warga. Meski mendapat penolakan berkali-kali, Pemda Flotim terus berupaya melakukan pendekatan hingga berhasil.

“Kadang saya yang diminta pak bupati untuk memfasilitasi pencarian mata air dan sering ditolak tetapi tetap kita terima dengan hati terbuka, karena prinsipnya kita hargai alasan penolakan masyarakat setempat,” imbuhnya.

“Karena usaha pak bupati dan saya sebagai wakil bupati ikhlas dan tidak kenal lelah, maka Tuhan dan Lewotana membuka jalan terbaik,” tambahnya.

Ia berterimakasih kepada orangtua lewotana, tokoh masyarakat, kepala desa Horewura, Hokohorewura, camat Adonara Tengah dan semua pihak yang sudah membantu Pemda hingga mendapatkan mata air.

“Memang butuh waktu 2 atau 3 tahun baru bisa selesai tetapi tugas kita selanjutnya adalah mengawasi dan menjaga agar pekerjaan jauh dari hambatan,” tandasnya.

Ia menambahkan, ke depan Pemda akan membangun jalan usaha tani di area menuju mata air untuk membantu mobilisasi hasil perkebunan dan pertanian masyarakat setempat. (Dian/L6)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.