oleh

Langkah Taktis Polres Mabar Atasi Perburuan Rusa di Taman Nasional Komodo

KUPANG- Persoalan serius di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini adalah masih adanya perburuan rusa secara liar. Hal ini pun jadi atensi khusus Polres Manggarai Barat.

Menangani kasus perburuan liar itu, Kapolres Manggarai Barat AKBP Julisa Kusumawardhono bertandang ke Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 4 September 2019 lalu. Dalam kunjungan itu Julisa didampingi Kepala Seksi Pengelolaan TNK Wilayah II Pulau Komodo, Gatot Kuncoro Edy.

“Kami berkunjung ke tiga instansi, masing-masing ke Polres Kota Bima, Kejaksaan Negeri Bima, dan Bupati Bima,” ungkap Julisa, kepada wartawan, Kamis (19/9/2019). 

Menurutnya, kunjungan itu untuk menjajaki kerja sama dengan ketiga lembaga di Bima dalam menangani perburuan liar di kawasan Taman Nasonal Komodo.

BACA JUGA : http://www.diantimur.com/2018/12/16/pelaku-wisata-labuan-bajo-tolak-kenaikan-tarif-masuk-tn-komodo/

Pada kunjungan ke Polres Kota Bima, Julisa bersama Gatot diterima oleh Kapolresta Bima AKBP Erwin Ardiyansah. Hadir pula Kasat Reskrim Polresta Bima IPTU Hilmi M Prayugo, Kasat Intelkam Polresta Bima IPTU Nanda, Kanit Tipiter Polresta Bima IPDA Al Fahri Rasman, Penyidik Tipiter Sat Reskrim Polresta Bima AIPDA Indra Setiawan, Bambang Dwidarto, Kasi Konservasi Wilayah III KSDA NTB, serta Kasat Polhut BTNK Julisar Ridwan.

“Kami juga bahas pola kerja sama dalam mengantisipasi pemburu rusa yang berasal dari Bima,” jelas Julisa.

Selain penanganan perburuan liar, dibahas juga penanganan terkait penangkapan, Masrin (40), warga Sape, Bima yang beberapa kali melakukan perburuan hingga tertangkap dan tertembak saat penangkapan.

Dalam penangkapan itu, diperoleh keterangan bahwa Masrin turut bertanggungjawab pada kejadian penangkapan pemburu rusa pada bulan Desember 2018 yang digagalkan oleh anggota Brimob.

Masrin berhasil melarikan diri. Namun ia kembali beraksi pada 2019. Masrin baru berhasil ditangkap setelah polisi menangkap penadah rusa hasil buruan di TN Komodo.

Peran Pemkab Bima

Usai membahas strategi penanganan pelaku perburuan liar dalam kawasan TNK, tim berlanjut bertemu Bupati Bima, Hj Indah Damayanti Putri. Pada pertemuan ini juga dibahas tentang peran Pemkab Bima sebagai wilayah penyangga pariwisata Labuan bajo.

“Prinsipnya, perlu peningkatan kemampuan wilayah dalam mengembangkan potensi pariwisata dan memberdayakan masyarakat, sehingga bisa merubah perilaku masyarakat untuk tidak melakukan pelanggaran dan juga berkontribusi kepada kelestarian alam dan pariwisata,” kata Julisa.

BACA JUGA: http://www.diantimur.com/2018/12/05/aksi-protes-nelayan-labuan-bajo-soal-larangan-penangkapan-ikan-di-kawasan-tn-komodo/

Pada kesempatan yang sama, pihak TNK siap menyediakan lokasi penangkaran dan pembiakan rusa di Bima agar bisa memenuhi komoditas lokal rusa di wilayah Kabupaten Bima.

“Terhadap penanganan kasus perburuan liar rusa ini, masih dilaksanakan koordinasi dan komunikasi secara intensif antara Polres Mabar dan TNK dengan Polres Bima serta Kejari Bima. Begitu juga dengan koordinasi dan kerja sama dengan Pemkab Bima untuk tetap menjaga keamanan di kawasan TNK dan perbatasan kedua daerah,” tandasnya. (DianTimur/L6)

Komentar