oleh

Bandara Kelas II Frans Seda Maumere Perlu Diperluas

SIKKA– Direktorat Jendral (Dirjen) Perhubungan Udara, Ir.Polana B.Pramesti melakukan kunjungan kerja di Kantor Unit Penyelenggara Bandara Kelas II Frans Seda Maumere, Minggu (29/12/2019).

Polana beserta rombongan tiba di Bandara Frans Seda pada pukul 08.10 Wita dengan pesawat NAM Air dan disambut Kepala Unit Penyelenggara Bandara Frans Seda Maumere, Ir.Poltak Gordon dan jajaran. 

Menurut Polana, Maumere adalah salah satu tempat yang sangat berpotensi untuk arus mudik dan arus balik Nataru, karena Maumere merupakan mayoritas Kristen Katolik yang merayakan Natal.

Meski fasilitas di Bandara Kelas II Frans Seda Maumere sudah cukup memadai dengan panjang runway 2.300, terminal 3.000 daan apron bisa menampung 4 pesawat, namun menurut dia, masih ada kekurangan kekurangan terkait safety. Sehingga butuh partisipasi dari pemerintah daerah untuk menyediakan lahan dalam upaya memenuhi aspek safety.

“Itulah salah satu faktor yang sangat penting karena, dengan runway strip terpenuhi sehingga daya dukungnya ditingkatkan sehingga sangat berpotensi untuk dilayani jenis pesawat boing 737”, sebutnya.

Kekurangan lahan yang diperlukan lagi saat ini untuk pembangunan perluasan Bandara Kelas II Frans Seda Maumere kurang lebih 75 hektar. Saat ini luas Bandara Kelas II Frans Seda Maumere baru 43,55 hektar.

“Jika ada lahan yang sudah disiapkan, biaya ganti ruginya akan ditanggung oleh pemerintah daeran, karena APBN sulit digunakan untuk pengadaan lahan. Kalau biaya pembangunan fasilitasnya bisa ditanggung APBN,” ujarnya.

“Ini perlu dukukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka untuk bisa mengalokasikan, kalau trafik hampir disemua tempat ada penurunan dan di Bandara Kelas II Frans Seda Maumere ada sedikit penurunan 12%-19% namun masih cukup bagus, dan rata-rata hampir disemua bandara terjadi penurunan trafik,” tambahnya.

Ia mengatakan, untuk menambah banyak armada, dibutukan sinergitas, antara pemerintah daerah dan pijhak bandara, airline, tempat pariwisata dan perhotelan, sehingga wisatawan bisa datang ke Kabupaten Sikka.

“Kalau untuk Bandara Kelas II Frans Seda Maumere fasilitasnya sudah cukup hanya, perluasan strip dan peningkatan daya dukung landasan dan beautifikasi terminal sehingga jam operasi bisa ditambah dan personil ditambah,” tandasnya.

Setelah memantau bandara udara, Polana bersama rombongan melakukan monitoring penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020 di Pelabuhan L.Say Maumere. (John da Gomez)

Komentar