oleh

796 KK di Tanjung Bunga Flotim Terima BST Covid-19

Foto : Bupati Flotim, Anton Hadjon saat menghadiri launching penyaluran BST di Kecamatan Tanjung Bunga (DianTimur/Novy Tokan)

LARANTUKA- Sebanyak 796 kepala keluarga di Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur (Flotim), NTT menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) covid-19 dalam launching pembayaran BST di Kecamatan Tanjung Bunga, Jumat (15/5/2020).

Pembagian BST ini merupakan kerja sama Kementerian Sosial Republik indonesia dengan PT. Pos Indonesia. 

Kegiatan ini dihadiri  Bupati Flores Timur, Anton Hadjon dan jajaran Forkompinda, Camat Tanjung Bunga, Laurensius Nurat Hewen, Kepala PT Pos Indonesia, Marthen Darmapan dan Wakapolres Flotim, Kompol Jamaluddin.

Camat Tanjung Bunga, Laurensius Nurat Hewen mengatakan, sebanyak 796 KK tercatat sebagai penerima BST, dengan perincian, 724 KK penyalurannya melalui kantor pos, 51 melalui BRI dan 21 melalui BNI.

“PNS, tenaga kontrak pusat dan daerah  tidak mendapat bantuan ini,” kayanya kepada wartawan, Jumat (15/5/2020).

Menurut dia, bantuan ini diberikan hanya 3 bulan oleh pemerintah pusat untuk warga kurang mampu dan membantu perekonomian kita yang macet akibat kita tidak bisa bekerja di tengah wabah virus corona.

Wakapolres Flores Tmur, Kompol Jamaluddin berharap anggaran itu disalurkan sesuai aturan dan tepat sasaran. Jika ada pungutan liar (pungli), masyarakat bisa menghubugi call center saber pungli.

“Semoga bantuan yang diberikan ini dapat dimanfaatkan secara baik dan dapat memperingan beban ekonimi warga,” katanya. 

Sementara itu, Bupati Flores Timur, Anton Hadjon, mengimbau agar masyarakat tetap taat pada protap kesehatan pemerintah.
Ia juga meminta seluruh camat, kepala desa dan tenaga medis agar terus  mensosialisasikan tentang bahayanya virus Corona atau covid-19 ke masyarakat.

“Gunakan dana desa yang sudah di sisikan sesuai intruksi menteri. Pembaguan harus terus berjalan untuk kemajuan daerah,” imbuhnya. 

Ia berharap kepala desa terus melakukan musyawarah desa untuk menghindari tumpang tindih nama-nama penerima BST yang memicu keributan di masyarakat.

“Desa yang dananya cair harus menyerakan berita acara setelah melakukan musyawara desa,” tandasnya. (Novy Tokan)

Komentar