by

Bobby Lianto: Lahan perumahan Pondok Indah Matani tidak bermasalah

Foto : Direktur PT Sejahtera Grup, Bobby Lianto, didampingi kuasa hukumnya, saat menggelar konferensi pers

KUPANG- Direktur PT. Sejahtera Grup, Bobby Lianto akhirnya angkat bicara terkait gugatan perumahan Pondok Indah Matani yang dilayangkan ahli waris, Hermanuel Y. Sabaat.

Ia mengklarifikasi pemberitaan media yang menurut dia sepihak dan menyudutkan perusahaannya.

Menurut Bobby, lahan yang dibelinya di Maria Alfonza Langoday sekitar tahun 2004 itu, sudah melalui prosedur yang benar dan telah mengantongi sertifikat. Bahkan, dari awal pembelian hingga pembangunan perumahan, tidak pernah bermasalah.

“Untuk warga yang sudah beli rumah dan tempati, jangan resah dengan pemberitaan itu. Itu tidak benar. Lahan itu sudah bersertifikat dan tidak bermasalah,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (18/5/2020)

Meski demikian, ia mengaku saat pembersihan lahan, sempat ada protes dari, Irianius Melkianus Sabaat. Persoalan itu pun sudah dimediasi oleh tokoh adat dan aparat desa setempat.

Dalam point empat surat perdamaian yang ditanda tangani kepala desa Penfui Timur, Ishak Kasten itu menyatakan, pihak pertama (Sabaat) tidak boleh melakukan apapun yang merugikan pihak kedua selaku penjual (Langoday) ataupun pihak pembeli, dalam hal ini Bobby Lianto.

“Tanah ini kami beli bertahap. Dan, objek sengketa yang digugat hanya 2 hektare, bukan 1600m2 seperti yang diberitakan. Semua tahapan pembelian sesuai prosedur hingga sampai pada pemecahan sertifikat kepada masyarakat pembeli perumahan,” katanya.

Ia menyesalkan pemberitaan media yang memojokkan dirinya hingga membuat resah masyarakat yang telah membeli perumahan itu.

“Pembelian tanah itu bertahap. Setiap beli tanah, ada pengukuran. Semua bukti-bukti jelas secara sah. Tidak ada bukti kuat dari penggugat untuk melakukan gugatan,” ungkapnya.

Ia meminta agar warga yang telah membeli perumahan di Pondok Indah Matani, tidak resah dengan pemberitaan sebelumnya. Karena secara hukum, lahan itu tidak lagi ada persoalan.

BACA JUGA:   Tragis, Bocah 5 Tahun di Manggarai Timur Tewas Digilas Truk

Untuk diketahui, klaim kepemilikan lahan itu berujung adanya gugatan ahli waris Sabaat terhadap Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kupang atas penerbitan sejumlah sertifikat tanah. Kasus ini pun sedang bergulir di PTUN Kupang dan telah sampai pada agenda pemeriksaan saksi penguggat. (Dian)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *