by

Dampak Covid-19, Pedagang Pasar Borong Sepi Pengunjung

Foto : Situasi pasar yang sepi di Kabupaten Manggarai Timur (DianTimur/Yopie Moon)

BORONG- Lesunya perekonomian akibat Covid-19 mulai dirasakan para pedagang di Kabupaten Manggarai Timur, NTT.  Lusia Gamut (54), seorang penjual sayur asal Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong mengaku sepi pembeli pasca wabah covid-19 melanda Indonesia. 

“Sudah hampir tiga bulan, pembeli dipasar ini sepi. Kami tidak tahu harus berbuat apa, terpaksa kami harus bertahan dalam situasi ini meski jualan tidak laku,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (19/5/2020).

Menurut dia, pendapatannya dalam sehari disituasi pendemik ini, hanya Rp20 ribu sampai Rp30 ribu. Hal ini  berbeda dengan pendapatan sebelum pandemik yang bisa mencapai Rp100 ribu sampai 200 ribu sehari. 

“Uang yang saya dapat sehari hanya pas  untuk ongkos ojek pulang pergi. Syukur kalau sampai Rp30 ribu, berarti Rp10 ribunya bisa saya simpan untuk keperluan lainnya,” katanya.

Ia menuturkan, untuk berdagang, setahun lalu ia menggadaikan sertifikat tanah di Bank dengan Rp 25 juta. Setiap bulan, ia harus membayar angsuran Rp1,3 juta.

“Syukur sudah dua bulan ini, bank belum ada tagihan. Saya mohon, Pemda Manggarai Timur untuk sisihkan sedikit bantuan untuk kami pelaku usaha kecil ini,” harapnya.

Hal serupa dirasakan, ibu Yuli. Ia mengaku pendapatannya merosot jauh pasca pendemik covid-19. Karena sepi pembeli, kata dia, sebagian lapak jualan ditutup. 

“Jualan kami seperti sayuran jadi layu dan mubazir,” katanya. 

Sebagai satu-satunya sumber pengahasilan, ia berharap pemerintah daerah memperhatikan nasib pelaku usaha kecil yang terdampak covid-19. (Yopie Moon)

BACA JUGA:   46 Sampel Swab Negatif, Pasien Positif Covid-19 NTT Tak Bertambah

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *