by

Dana BUMDes di Desa Taaba Malaka Diduga Dikorupsi

Foto : Kios BUMDes Desa Taaba yang dibangun di samping rumah kepala desa Taaba

MALAKA- Pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Taaba, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka tahun 2018/2019 senilai Rp 141.500.000 diduga bermasalah.

Tahun 2018 dana sebesar Rp 41.5000.000 dan tahun 2019 sebesar Rp 100.000.000. Ironisnya, dana tersebut tidak dikelola oleh pengurus BUMDes tetapi dikelola oleh Kepala Desa Taaba, Marsela Hoar Seran. 

Selain itu, pemberian kredit dana BUMDes tahun 2018 yang seharusnya untuk warga, tetapi khusus untuk aparat desa. Sementara dana BUMDes tahun 2019 dialokasikan Rp 100 juta yang disalurkan untuk kredit Rp 53 juta. Dari besarnya anggaran itu, Rp 47 juta untuk pengadaan BRILink. Namun, hingga kini BRI Link tidak pernah ada.

Ketua BUMDes Desa Taaba, Fransiskus Bria, mengatakan, pengelolaan BUMDes dilakukan bersama-sama dengan kepala desa. Sebagai ketua BUMDes, ia tidak mengetahui banyak tentang pengelolaannya. Ia hanya tahu jumlah dana BUMDes tahun 2018 Rp Rp 41.500.000 dan 2019 sebesar Rp 100.000.000. 

Ditanya mengenai pengelolaan dana BUMDes tahun 2018, Fransiskus mengaku, dana diberi kredit kepada masyarakat dengan nilai bervariasi antara Rp 2-5 juta perorang. Fransiskus selaku ketua BUMDes tidak mengetahui jumlah penerima kredit dari BUMDes dan penggembalian dana tersebut tidak diketahuinya. 

“Saya tidak tahu berapa orang. Tetapi kami kasih ke masyarakat,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (19/5/2020). 

Untuk tahun 2019, kata Fransiskus, dana penyertaan modal dari Dana Desa ke BUMDes sebasar Rp 1.00 juta. Dana itu dipakai untuk bangun kios yang saat ini sementara dikerjakan.

Sesuai LKPJ kepala Desa Taaba yang diperoleh wartawan, dana BUMDes tahun 2019 senilai Rp 100 juta sudah terealisasi 100 persen yakni, penyaluran kredit Rp 57 juta dan 47 juta pengadaan BRI Link.

BACA JUGA:   Penjelasan Kepala Desa Terkait Warga Bali Masuk Daftar Penerima BLT di NTT

Sesuai pengakuan Ketua BUMDes Fransiskus Bria, dana BUMDes tahun 2019 baru mulai dimanfaatkan tahun 2020 yakni, pembangunan rumah kios yang masih dikerjakan saat ini. 

Untuk memastikan lagi informasi yang dihimpun. Wartawan pun menghubungi Ketua BUMdes desa Taaba, Fransiskus via telepon seluler, Rabu, 20 Mei 2020 pukul 12.25 WITA. Sayangnya, Fransiskus enggan berkomentar. 

“Jangan saya. Tutup saja telponnya,” singkatnya. (Novry Laka)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *